The right of being wrong

The right of being wrong

242

We are love to be right, right? As a human being, wajar banget kalau kita selalu mau merasa benar dan tidak mau melakukan kesalahan. But again, as a human being kita nggak bisa menghindari yang namanya kesalahan.

Masih di Cosmopolitan Career bersama Novita AngieYosi Mokalu dan Alexander Sriewijono membahas “Hal positif apa yang bisa kita dapatkan setelah membuat kesalahan?”

Ada dua jenis kesalahan. Pertama, kesalahan yang sulit untuk dimaafkan. Kedua kesalahan yang mudah untuk dimaafkan. Kesalahan yang sulit untuk dimaafkan, yakni: kesalahan yang disengaja, kesalahan yang sama dan diulang berkali-kali, dan kesalahan yang berdampak besar dan luas sekali.

Sebaliknya, kesalahan yang mudah dimaafkan adalah kesalahan yang bersifat error. Dimana kita sudah melakukan yang terbaik, sudah prepare dan mengantisipasi sedemikian rupa supaya tidak melakukan kesalahan, namun kesalahan tetap terjadi karena suatu hal. Bisa jadi miss atau sesuatu yang terjadi di luar pemikiran, rencana dan kontrol kita.

Namun, apakah upaya untuk menghindari kesalahan baik untuk dilakukan? Bagai dua mata pisau, hal ini bisa jadi baik, bisa juga jadi buruk. Jika kita terus menghindari melakukan kesalahan tapi malah membuat kita menjadi takut dalam mengambil keputusan dan tidak ada proses belajar di dalamnya, maka itu menjadi hal yang tidak baik.

Dalam konteks pekerjaan dan organisasi, beberapa tips dapat dilakukan agar kita dapat meminimalisir kesalahan namun tetap berani dalam mengambil keputusan.

Pertama, saat kita hendak melakukan sesuatu jangan melihat dari perspektif kita saja, tapi kita kawinkan dengan perspektif orang lain dan kepentingan stakeholders kita. Kedua, jangan reaktif bahwa ini harus diputuskan tetapi juga proaktif ke depan, apa dampak selanjutnya?

Jangan berpikir apa dampak yang terjadi sekarang setelah keputusan ini diambil, tapi dampak apa yang akan terjadi tiga tahun ke depan jika keputusan ini diambil. Kita perlu menimbang-nimbang, kira-kira tindakan kita membawa untung apa, membawa dampak apa. Hal ini akan membuat kita menjadi lebih berhati-hati dan terhindar dari kesalahan yang seharusnya bisa dicegah.

Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa sering kali orang lain tidak mudah untuk melupakan begitu saja saat kita melakukan kesalahan, apalagi jika kesalahan kita sudah merugikan orang lain. Lalu apa yang perlu kita lakukan supaya kita bisa menetralkan kesalahan yang kita lakukan di mata orang lain?

Gunakan strategi dengan melakukan hal-hal baru yang bersifat baik dan menonjolkan prestasi dan achievement, sehingga orang lain tidak lagi mengingat kesalahan yang sudah kita perbuat.

Meski sudah berhati-hati, kesalahan tetap bisa kita lakukan. Jika sudah terjadi kesalahan dan itu karena perbuatan kita, bagaimana cara untuk mengakui kesalahan kita? Embrasse error perlu dilakukan, jika memang kesalahan tersebut murni dilakukan diluar kemampuan kita dalam mengantisipasi kesalahan tersebut.

Sadari juga bahwa setiap kesalahan yang terjadi, ada ruang untuk belajar, Cosmoners!

[teks Angelita Christy, Cosmoners dari Universitas Multimedia Nusantara | foto rosengroup.com]

Baca juga:
Sam Smith curhat lewat lagu “Too Good At Goodbyes”
The wait is finally over!
Behadam is expecting baby number 2!