Tanda pria tidak serius meminta maaf

Tanda pria tidak serius meminta maaf

112

Tidak selamanya pria serius mengatakan “maaf” kepada Anda, Cosmoners. Bahkan, tidak jarang mereka berpura-pura melakukannya hanya untuk melarikan diri dari masalah. Jane Greer, Ph.D, penulis buku What About Me? Stop Selfishness From Ruingin Your Relationship, mengungkapkan beberapa tanda pria tidak serius meminta maaf.

Tidak Tahu Alasan Meminta Maaf

Jangan buru-buru menerima permintaan maaf saat si dia tidak tahu alasannya. Jika dia tidak mengetahui kesalahan yang dilakukan, kemungkinan besar dia tidak benar-benar meminta maaf kepada Anda. Tidak hanya itu, hal ini juga menunjukkan kalau dia tidak mampu memahami hal-hal yang dapat menyakiti Anda. Ia hanya mengungkapkan sesuatu yang ingin Anda dengar saja…

Me. Me. Me.

Empati memang hal yang penting tetapi jika dilakukan secara lebay, bisa jadi si dia cuman omong kosong saja, honey. Kalimat seperti, “Saya tahu persis apa yang kamu rasakan,” atau “Saya pernah mengalami hal yang sama dan rasanya memang menyebalkan,” adalah contohnya. Jika dia memang tahu persis seharusnya dia tidak melakukannya, kan?

Meminta Maaf dengan Berlebihan

Hanya agar Anda menerima maafnya, si dia rela merencanakan flash mob. Bahkan, dia tetap mengatakan maaf berulang-ulang kali hingga membuat Anda merasa bosan. Ugh, berlebihan! Ia meminta maaf berulang kali karena ia merasa hanya kata ini yang bisa buat amarah Anda mereda.

Aksi Tidak Mencerminkan Kata

Setelah mengucapkan beribu janji, si dia gagal untuk menepatinya. Padahal, perubahan sikap menjadi hal yang penting ketika meminta maaf. Mampu menepati janji dengan menunjukkan perubahan sikap menandakan kalau si dia benar-benar memahami kesalahannya dan mau memperbaiki diri. Sebaliknya, jika aksi yang dilakukan tidak mencerminkan kata yang diucap menandakan bahwa si dia tidak serius mengucap maaf kepada Anda.

Mengharapkan Anda Segera Melupakannya

Jika si dia melakukan semua poin di atas dan tetap mengharapkan Anda segera melupakan kesalahan yang dia perbuat dengan bertindak seperti biasa… Hmmm, sudah tidak perlu dijelaskan lagi kan kalau permintaan maafnya hanya ucapan palsu belaka? Sebaiknya ingatkan kata pepatah: forgiven but not forgotten!

[sumber Cosmopolitan Indonesia]