Anda introvert? Ini 12 pekerjaan yang cocok dijalani

Anda introvert? Ini 12 pekerjaan yang cocok dijalani

187

Dalam dunia kerja profesional di mana kemampuan dan kepercayaan diri untuk bersosialisasi dan bekerja dalam tim seringkali merupakan skill yang diagungkan, menjadi seorang pribadi yang introvert kerap dianggap sebuah kelemahan tersendiri. Tak terhitung banyaknya artikel atau para career advisor yang menyarankan kita untuk get out more, introduce ourselves to people, and socialize kalau mau lebih sukses dalam karier. Padahal, tidak semua orang nyaman dengan hal itu, khususnya mereka yang berkepribadian introvert.

Lewat buku Self-Promotion for Introverts: The Quiet Guide to Getting Ahead yang ditulis oleh Nancy Ancowitz, introvert di dunia kerja secara umum memiliki karakteristik seperti:

– Lebih nyaman bekerja sendirian atau bersama sedikit orang/kelompok kecil

– Cenderung menghindari basa-basi atau obrolan kecil

– Lebih banyak mendengar dibanding berbicara

– Lebih perhatian pada detail

– Butuh personal space

– Berpikir dahulu sebelum berbicara atau bertindak

– Lebih tenang dan fokus menyelesaikan satu hal dibanding multitasking

Banyak anggapan keliru yang menganggap semua introvert adalah orang pendiam yang anti sosial dan tidak bisa berbaur, padahal menjadi introvert bukan berarti menjadi pribadi yang sama sekali tidak bersosialisasi atau mengidap social anxiety.

Mayoritas orang punya sisi ekstrovert dan introvert dalam dirinya, orang yang dianggap atau merasa dirinya adalah introvert pun banyak yang baik-baik saja dalam bersosialisasi, baik saat di kantor maupun di party after hours. Namun, dari situ kita bisa melihat bedanya orang ekstrovert dan introvert.

Bagi para ekstrovert, kegiatan bersosialisasi dengan banyak orang adalah hal yang membuat energi dan semangat mereka terisi kembali, sedangkan bagi introvert hal itu justru menghabiskan energi mereka. They still can have fun at parties, namun setelahnya mereka butuh recharge energi dengan me time.

Kembali ke urusan kerja, beberapa orang yang merasa introvert akan menantang diri sendiri untuk bisa lebih luwes tampil di depan umum dan bersosialiasi. Namun, beberapa introvert tetap lebih mencari pekerjaan di mana mereka tidak perlu berurusan dengan terlalu banyak orang dan bisa fokus seorang diri.

Beberapa profesi yang bisa menjadi pilihan tepat untuk para introvert adalah:

Social Media Manager
Terlepas dari kata “social” yang menempel di profesi ini, namun sebetulnya mengurus social media adalah pekerjaan yang lebih banyak dilakukan seorang diri dari balik layar.

Tugas utama seorang social media manager umumnya adalah membuat konten dan meng-handle segala kegiatan sebuah brand di platform online.

Umumnya social media manager akan bekerja dengan beberapa kolega dalam satu perusahaan, sementara ada juga beberapa social media manager yang bekerja dengan lebih fleksibel dan tidak harus ke kantor.

Yang pasti, social media manager akan lebih banyak menghabiskan waktu dan berkomunikasi secara online dibanding tatap muka langsung.

Seniman dan pengrajin seni
Jika kamu punya bakat artistik dan jiwa kreatif, menjadi seorang seniman atau pengrajin karya seni adalah profesi yang sempurna untukmu.

Apapun mediumnya, entah itu lukisan, patung, tekstil, dan sebagainya, dunia seni adalah industri yang menghargai imajinasi seseorang. Sebagai seniman, kamu pun akan lebih banyak menghabiskan waktu sendiri dalam berkarya.

Fotografer
Umumnya, introvert akan lebih perhatian pada detail dan punya cara pandang yang lebih tajam dibanding orang lain. Perspektif unik tersebut bisa menjadi bekal untuk menjadi seorang fotografer andal yang bisa menghasilkan foto keren dari angle berbeda. Sebagai fotografer, kamu bisa bekerja secara independen maupun untuk sebuah perusahaan.

Penulis
Banyak penulis terkenal yang mengakui dirinya adalah seorang introvert. Menyukai suasana tenang dan personal time yang banyak, menjadi penulis adalah pilihan karier paling natural bagi seorang introvert yang lebih mudah mengomunikasikan pemikirannya lewat tulisan dibanding lisan.

Zaman sekarang, kamu pun tidak butuh mencari penerbit agar tulisanmu bisa dibaca orang. Cukup dengan membuat blog, Wattpad, atau di social media apapun, kamu bisa menampilkan karyamu dan bukan tak mungkin akan menarik perhatian penerbit yang tertarik pada bakatmu.

Pilot
Sebagai pilot, biasanya saat bekerja kamu hanya butuh komunikasi yang jelas dengan co-pilot dan awak kabin, serta petugas Air Traffic Controller di menara pengawas pesawat. Selebihnya, you’re entirely in control.

Menjadi pilot berarti kesempatan untuk pergi ke banyak lokasi atau negara, bertemu dengan orang baru, sekaligus memiliki waktu untuk diri sendiri. Saat ini pun, pilot perempuan bukan lagi hal yang aneh, termasuk di Indonesia.

Video editor
Setelah proses syuting sebuah film atau video selesai, dibutuhkan seseorang untuk menyunting materi mentah tersebut. Pekerjaan sebagai penyunting video sering dianggap sebagai the “dirty work” di industri film, namun bagi mereka yang lebih memilih bekerja dengan temponya sendiri, ini adalah pekerjaan yang terbilang ideal.

Tugas utama seorang video editor adalah mengolah footage mentah menjadi kesatuan yang menarik dengan sentuhan kreativitas yang mereka punya, yang umumnya dikerjakan di ruang pribadi mereka yang nyaman tanpa gangguan orang lain.

Paralegal
Untuk yang tertarik pada hukum, selain pengacara kamu pun bisa berkarier sebagai paralegal. Secara umum, paralegal adalah profesi yang tugasnya membantu pengacara dalam pekerjaannya di sebuah firma hukum atau departemen legal di sebuah perusahaan.

Namun paralegal itu sendiri bukanlah pengacara. Tugas seorang paralegal umumnya adalah menjalankan administratif, mengorganisasi berkas, melakukan riset hukum, dan menyiapkan dokumen. Meski pada umumnya paralegal bukan merupakan sarjana berlatar pendidikan tinggi hukum, namun bisa saja seorang sarjana hukum menjadi paralegal.

Desainer grafis
Sebagai seorang desainer grafis, kamu memang tetap butuh komunikasi yang jelas dengan klien untuk menghasilkan karya yang sesuai keinginan mereka, namun pada praktiknya desain grafis adalah pekerjaan yang umumnya dilakukan seorang diri, khususnya bagi para freelance designer yang bekerja dari rumah.

Akuntan
Sebagai akuntan kamu akan berhadapan dengan angka, jadi ini adalah pekerjaan yang pas bagi mereka yang mampu bekerja seorang diri dan memiliki kemampuan mengolah angka dan penuh ketelitian.

Tugas utama akuntan maupun auditor adalah memeriksa catatan, memeriksa operasi finansial, dan menyiapkan dokumen untuk klien atau perusahaan.

Teknisi laboratorium
Seorang teknisi lab umumnya bekerja di balik layar dengan cara menganalisa hasil tes di sebuah fasilitas kesehatan atau laboratorium. Sebagai pekerjaan yang butuh presisi dan hasil diagnosa yang tepat, dibutuhkan suasana kerja yang tenang, which is great for the introvert.

Penerjemah
Jika kamu menguasai bahasa asing, kamu bisa bekerja sebagai penerjemah yang jasanya dibutuhkan untuk menerjemahkan dokumen tertulis dari satu bahasa ke bahasa lain. Mayoritas penerjemah bekerja secara lepas dan bekerja untuk berbagai proyek untuk klien dari berbagai latar belakang.

Dengan semakin terbukanya kerjasama dengan negara lain dan kesempatan karier yang semakin global, diperkirakan jasa penerjemah akan semakin laris dicari.

Market research analyst
Profesi yang berkutat pada data ini membutuhkan kemampuan mencari dan menganalisa informasi tentang keadaan pasar untuk mecari tahu potensi penjualan sebuah produk atau jasa. Kamu tetap harus menyiapkan dan mempresentasikan laporan tersebut di hadapan direksi, namun most of the time, ini adalah pekerjaan yang dilakukan secara independen di depan komputer.

(Image: Antonio Guillem©123RF.com)

Sumber Cosmopolitan Indonesia

Share it