Apakah bisa seseorang merasa bahagia karena bekerja?

Apakah bisa seseorang merasa bahagia karena bekerja?

412

Dalam suatu pekerjaan, terkadang kita selalu membayangi akan bayaran atau upah hasil pekerjaan kita. Kebutuhan yang semakin banyak dan harga yang tinggi membuat kita menuntut gaji dalam setiap pekerjaan.

Adakah orang-orang yang mau mengerjakan pekerjaan tanpa adanya bayaran? Tak jarang ada saja orang yang mau mengerjakan sesuatu tanpa menerima bayaran. Mengapa?

Cosmopolitan Career bersama dengan Novita Angie, Lembu Wiworojati dan Alexander Sriewijono kali ini membahas tentang the purpose of life is not happiness, it’s usefulness.

Kita sering berpikir tujuan dalam berusaha adalah untuk mencapai sesuatu yang diinginkan. Tak jarang jawabannya adalah bahagia dalam artian kita berpikir jika sudah mencapai posisi itu.

Ketika kita mencapai posisi tersebut, alasan bahagia itu menjadi lain. Kita bertanya lagi alasannya kenapa kita merasa bahagia.

Maka jawabannya kira-kira ‘karena berguna dalam pekerjaan’ atau ‘bahagia karena bisa membahagiakan orang tua’ dan lain sebagainya.

Menurut Alexander Sriewiyono, happy kurang lebih adalah rasa sesaat yang ia peroleh ketika merasa dirinya berguna atau berarti namun ia jaga rasa itu terus menerus.

Ada beberapa poin ketika kita membicarakan happiness.

Poin pertama, kebahagiaan adalah conditional happiness atau unconditional happiness. Lebih tepatnya, bahagia dengan syarat atau kebahagiaan tanpa syarat?

Kebahagiaan yang paling benar adalah kebahagiaan tanpa syarat, dan dapat terjadi dalam kondisi apapun. Jadi kebahagiaan bukan jika kita telah mencapai tujuan tertentu, tapi seharusnya berupa everlasting happiness.

Ada satu poin lagi mengenai kebahagiaan. Kebahagiaan itu hanya sesaat tetapi kebahagiaan itu akan terus dicari dan diupayakan untuk dirasakan.

Jadi kebahagiaan itu terus diusahakan selama hidup dan kebahagiaan itu bisa kita temukan dalam setiap proses kehidupan. Kebahagiaan adalah proses sepanjang hidup.

Selanjutnya adalah usefulness. Jika kita bicara gaji dan tunjangan dalam pekerjaan, maka orang akan merasa butuh lebih dan kebahagiaannya biasanya hanya akan excited ketika menerima gaji.

Setelah itu hilang lagi kebahagiaan itu.

Namun ada yang lebih membuat excited, misalkan ketika seberapa jauh dia bisa berguna untuk stake holders, atau seberapa berguna dia menguasai sesuatu dan dari menguasai sesuatu itu dia merasa ada gunanya.

Contohnya adalah blogger traveling. Dia merasa bahagia ketika dia jalan-jalan keluar negeri, tapi dia merasa lebih bahagia ketika dia menulis pengalamannya di blognya dan kemudian dibaca dan menjadi referensi bagi orang-orang dalam liburannya. Jadi disini kebahagiaan itu didapat ketika kita bisa berbagi.

Dari sini kita tahu usefulness itu penting, rasanya itu lebih long lasting.

Lantas, apa yang membedakan usefulness dengan happiness?

Happiness bukannya dianggap tidak penting, tapi bagaimana kebahagiaan itu biar jadi long lasting lagi agar ada artinya dan berguna juga untuk orang lain.

Ketika merasa berguna, di situ ada rasa kebahagiaan juga. Jadi, kumpulan kebahagiaan adalah ketika kita merasa berguna untuk orang lain dan itulah sebenarnya yang dicari.

Cosmoners, yuk terus dengerin Cosmopolitan FM di 90.4 FM, atau bisa melalui streaming di sini! [teks Hardianti Budhi | foto sindonews.com]

Baca juga:
Anggun puncaki tangga lagu US Billboard
Rasakan ketegangan berpetualang bersama Moana
Pelangi di Toledo Museum of Art