Berbagi cerita di balik buku biografi Barli Asmara

Berbagi cerita di balik buku biografi Barli Asmara

303

Diary Dave bersama Dave Hendrik, kali ini kedatangan fashion designer Indonesia, Barli Asmara. Kedatangannya untuk berbagi seputar latar belakang pembuatan buku biografinya yang berjudul “Lima Belas Warsa Barli Asmara Berkarya di Antara Gemerlap Ornamentasi”.

Barli Asmara menandai perjalanan kariernya yang sudah 15 tahun di dunia fashion designer dengan membuat buku biografinya.

Alasan dipilihnya judul ini adalah karena perjalanan hidup selama 15 tahun ini pencapaiannya belum berakhir, selama perjalanannya itu ia selalu berada di antara keluarga, sahabat, Sang Pencipta, tim dan banyak lagi di gemerlapnya panggung.

Berbagi mengenai mengapa ia bisa menjadi seorang fashion designer, Barli mengungkapkan ia tumbuh besar di antara perempuan.

Punya keluarga dan melihat kegiatan mereka sebagai fashion designer, jewelry maker dan penata rambut membuatnya mengenal dunia wanita, sampai dirinya sering diajak ke toko bahan pakaian, membuat dirinya juga menyukai melihat bahan-bahan pakaian, dan melihat alurnya dalam membuat pakaian.

Sebelumnya, keluarganya belum bisa menerima dirinya yang ingin menjadi fashion designer karena ia seorang lelaki, tetapi setelah membaca bukunya dan mengetahui perjuangannya, keluarganya pun ikhlas dengan pekerjaannya saat ini.

Menceritakan mengenai tantangan menjadi fashion designer di Indonesia, Barli mengungkapkan tantangan paling besar bagi seorang designer, yang pasti adalah bisa tidak diterimanya karya kita di masyarakat, dan menyampaikan pesan kita untuk masyarakat.

Selain itu ada tantangan lain yaitu mencari dan menjaga link yang luas untuk melebarkan karier yang lebih jauh lagi.

Belajar dari keluarganya untuk tidak menjadi anak raja, tetapi menjadi laki-laki yang berjuang membuat dirinya enggan untuk menjadi seseorang yang hanya duduk saja dan mendapatkan fasilitas dengan mudah.

Barli merasakan susah dan senangnya dalam membangun karier, mulai dari dirinya yang berjualan sepatu dan baju, sehingga dia juga mengembangkan dirinya di dunia bisnis.

Dalam memilih cover untuk bukunya, Barli sempat kebingungan sampai akhirnya dia mengingat ada yang pernah mendokumentasi kegiatannya dan menghubungi James Ramli.

Akhirnya karya James Ramli dipakai untuk buku Barli. James merasa senang dan mengatakan kepadanya untuk menghubunginya jika membutuhkan apapun.

Namun, ada kabar menyedihkan. James Ramli meninggal karena kecelakaan 2 hari kemudian setelah mengatakan hal itu kepadanya. Barli pun mempersembahkan buku ini juga untuk James Ramli.

Cosmoners, yuk terus dengerin Cosmopolitan FM di 90.4 FM, atau bisa melalui streaming di sini! [teks Hardianti Budhi]

Baca juga:
“Million Reasons”, Video musik terbaru Lady Gaga
Bella Hadid menjadi perancang busana
La La Land mendominasi Golden Globe Awards 2017