Cara mengatasi bayi yang bertindak kasar

Cara mengatasi bayi yang bertindak kasar

172

Bayi juga bisa menyakiti orang lain. Meskipun rasanya tidak telalu menyakitkan, ia tetap saja dapat menjambak rambut, mencubit hidung, atau menarik telinga. Si Kecil juga mungkin menggigit saat menyusui atau mengibas-ibaskan tangan seperti ingin memukul.

Sebenarnya, Si Kecil sama sekali tidak bermaksud untuk menyakiti atau mengganggu orang yang ia cintai. Ia hanya berupaya untuk menjelajahi hal-hal di sekitar melalui indera yang dimilikinya. Si Kecil belajar bagaimana dunia sekitar bekerja, salah satunya dengan melakukan hal-hal kasar tersebut.

Lewat buku Young Children’s Behaviour, Dr. Louise Porter mengatakan, apabila Si Kecil melakukan tindakan agresif seperti di atas, sebaiknya segera redakan. Sebagai contoh, saat ia menggigit.

Katakan kepadanya bahwa gigi digunakan untuk mengunyah dan memberikan sesuatu yang bisa ia kunyah. Walaupun Si Kecil masih belum bisa memahami, setidaknya hal tersebut dapat meredakan tingkahnya.

Masuk Usia 1-2 Tahun

Semakin besar, Si Kecil akan mulai melakukan tindakan kasar yang menyakitkan. Misalnya memukul, menendang, menggigit, dan biasanya memuncak sekitar usia 2 tahun. Perilaku kasar secara fisik dilakukannya, karena ia sudah memiliki perasaan yang sangat kuat.

Meskipun begitu, ia belum mampu menggunakan bahasa secara efektif untuk mengekspresikan diri. Ia mengandalkan intuisinya, sehingga melakukan tindakan agresif untuk memberitahu rasa marah dan frustasinya.

Pada saat yang sama, ia juga baru mulai mengembangkan empati, kemampuan untuk memahami perasaan orang lain. Untuk itu, sebagai orangtua, Anda perlu mengenali emosi Si Kecil, saat ia marah, sedih, frustrasi, maupun saat lelah.

Bantu ia untuk mengkomunikasikan perasaan tersebut dengan tidak melakukan hal-hal kasar. Memang hal tersebut bukan tugas yang mudah dan membutuhkan banyak waktu serta kesabaran ekstra. Namun, dengan bantuan dan bimbingan Anda, Si Kecil dapat mengelola emosinya secara perlahan. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)

Sumber Mother and Baby Indonesia

Share it