Karakter yang biasa tidak disukai dalam hubungan sosial

Karakter yang biasa tidak disukai dalam hubungan sosial

640

Penampilan merupakan hal penting dalam first impression ketika bertemu orang baru.

Permasalahan ini dibahas dalam Life Balance bersama dengan Ciska Becker, Imam Wibowo dan Rosdiana Setyaningrum dari klinik Lighthouse Indonesia.

Selain penampilan awal, inner beauty merupakan hal yang biasa dilihat pertama kalinya. Ekspresi wajah, cara bersalaman, eye contact, gesture, senyum, dan pembawaan diri.

Tak jarang banyak yang tidak menyadari kekurangannya yang membuat orang lain malas untuk menjalin relasi lebih jauh.

Karakter-karakter yang biasa dihindari dalam dunia sosial adalah:
– Self centered
Tipe teman yang selalu menceritakan all about me. Ketika orang lain bercerita, biasanya tipe ini akan menimpalinya dengan ceritanya sendiri.
– Selalu berpikir negatif
Tipe ini selalu merasa disalahkan. Ketik yang lain sedang bersenang-senang tipe ini selalu berpikir buruk.
– Kompetitif
Tidak mau kalah. Mengenai apapun tipe ini tidak mau kalah. Berbicara dengan tipe teman yang seperti ini tidak pernah santai karena selalu memperdebatkan sesuatu.
– Tidak percaya diri
Teman yang selalu merasa rendah dan tidak percaya diri juga kadang menyebalkan lho Cosmoners
– Complainers
Tipe ini selalu mengeluh terus kaya aktivis dan menyalahkan apapun.
-Jaga image di sosial
Di sosial media selalu menjaga image dan ingin terlihat keliatan cantik terus. Tipe ini kadang membuat orang bete lho Cosmoners

Nah, ternyata pola asuh orang tua sangat berpengaruh pada bentuk karakter anak. Jadi karakter yang tidak disukai kemungkinan disebabkan oleh pola asuh orang tua.

Jika beberapa teman Cosmoners yang tiba-tiba menghindar, Anda perlu lho untuk merefleksikan diri atau bertanya apakah ada yang salah dengan Cosmoners

Cosmoners, yuk terus dengerin Cosmopolitan FM di 90.4 FM, atau bisa melalui streaming di sini!

[teks Dessyana Kosasih | foto terapiadeconducta]

Baca juga:
John Mayer merilis 4 lagu baru
Rihanna dinamakan Humanitarian of the Year oleh Harvard
Cerita Teddy Adhitya tentang solo kariernya