Kemudahan dalam menggunakan uang elektronik

Kemudahan dalam menggunakan uang elektronik

138

Breakfast Club bersama Novita Angie dan Yosi Mokalu yang ditemani dengan Prita Ghozie, membahas tentang e-money dalam Financial Checklist.

Cosmoners pasti sudah nggak asing lagi sama yang namanya e-money, kan? E-money merupakan electronic money atau uang elektronik. Tapi sebenarnya apa sih manfaat dari e-money ini? Mengingat bahwa pemerintah juga cukup ketat dalam menggalakan penggunaan e-money kepada masyarakat.

Manfaat dari electronic money itu merupakan tools untuk melakukan pembelanjaan atau transaksi yang sifatnya kecil-kecil. Kecil dalam arti memiliki nominal yang kecil, dibawah 100 ribu misalnya. Pemerintah menyarankan ini supaya pemerintah tidak perlu banyak-banyak mencetak uang kecil.

Manfaat ini tidak hanya dapat dirasakan oleh pemerintah, tetapi juga kita sebagai pengguna. Karena, kita hanya perlu mengeluarkan uang sebanyak nominal barang yang kita beli, tidak perlu ada kembalian dan sebagainya.

Uang elektronik juga dapat dialih tangankan. Cukup dengan memberikan kartu kita, maka e-money kita dapat dibelanjakan oleh orang lain.

E-money itu dibedakan menjadi dua, Cosmoners. Registered dan un-registered. E-money un-registered dengan mudah dapat kita temukan dimana-mana. Namun kelemahannya saat melakukan proses isi ulang atau top-up, nominalnya tidak bisa lebih dari satu juta.

Dan saat terjadi kehilangan kartu maka kita sama seperti kehilangan uang karena kita jadi kehilangan isi dan harus membelinya kembali.

Sebaliknya, untuk e-money registered, kita dapat melakukan isi ulang sampai sebanyak lima juta rupiah. Dan saat terjadi kehilangan kartu, kita tidak kehilangan isinya, karena kita dapat melakukan pemblokiran kartu, dan mengalihkan nominalnya ke kartu yang baru.

Nah, lalu apakah sifat dari e-money ini sama dengan tabungan?

Beda sekali, ini penting sekali. Bahwa yang namanya menyimpan uang di uang elektronik itu berbeda dengan tabungan. Ini tuh bener-bener kaya kita menyimpan uang di dalam dompet tapi bentuknya digital. Saldo e-money kita itu tidak boleh dikelola oleh bank. Jadi murni untuk sistem pembayaran. Otomatis karna tidak bisa dikelola, kita tidak bisa bagi hasil. Kita nggak dapet tuh yang namanya bunga tabungan, bener-bener kita menyimpan uang dalam bentuk digital,” jelas Prita.

Lalu, untuk keamanan dari e-money ini bagaimana? Amankah?

Jadi uang elektronik ini kan keamanannya ada beberapa, ada yang pake chip ada juga yang tidak atau hanya tap biasa. Kalau yang menggunakan chip, normally tingkat keamanannya memang lebih tinggi. Perlu disadari juga kalau ini tidak menggunakan password, sehingga jika ini sampai bepindah tangan maka akan sangat mudah untuk digunakan. Exactly the same kaya dompet kita hilang. Saya sarankan untuk cosmoners yang punya e-money un-registered jangan mengisi dengan nominal yang terlalu besar.

Jadi mana yang disarankan? E-money registered atau un-registered?

Semuanya tergantung kebutuhan, Cosmoners! Kalau kita memang ingin membatasi penggunaan, maka e-money unregistered sudah cukup, apalagi jika digunakan hanya untuk melakukan transaksi kecil.

Tetapi jika memang penggunanya memiliki mobilitas yang tinggi, misalnya harus mengantar anak-anak ke sekolah yang jaraknya berjauhan, maka akan lebih praktis untuk menggunakan e-money registered. Karena bisa melakukan isi ulang dengan nominal yang lebih besar.

Penipuan berbasis e-money juga dapat dilakukan lho, Cosmoners! Apalagi jika kita membelinya di tempat-tempat yang sembarangan. Maka dari itu tetap waspada ya!

[teks Angelita Christy, Cosmoners dari Universitas Multimedia Nusantara]

Cosmoners, yuk terus dengarkan Cosmopolitan FM melalui streaming di sini, atau download melalui iOS dan Google Play Store!

Baca juga:
Apa benar Princess Diaries 3 sedang diproduksi?
Kendall & Kylie Jenner kembali merilis koleksi bikini
Paris Hilton luncurkan wewangian baru