Kisah Keluarga Cemara di era millennials

Kisah Keluarga Cemara di era millennials

78

Keluarga Cemara adalah nama yang tidak asing bagi Anda yang tumbuh di era 90-an, dan pastinya kisah keluarga Abah dan Emak ini masih memiliki memori khusus di benak Anda. Mengudara dari Oktober 1996 hingga Agustus 2014, kini Keluarga Cemara dapat kembali Anda saksikan di bioskop mulai 3 Januari 2019.

Film Keluarga Cemara dimulai dengan memperkenalkan sosok Euis (Zara JKT48), remaja perempuan metropolitan yang sedang mengikuti perlombaan modern dance bersama teman-teman karibnya. Tapi ia sadari bahwa Abah (Ringgo Agus Rahman) tidak hadir di momen penting tersebut. Hanya ada Emak (Nirina Zubir) dan Ara (Widuri Putri Sasono). Begitu pula saat perayaan ulang tahunnya, Abah juga tidak kunjung datang untuk meramaikan dan berbahagia bersamanya.

Memang, Abah sangat sibuk lantaran urusan bisnis proyek yang dimilikinya bersama saudara iparnya, Fajar (Ariyo Wahab). Emak pun telah memperingati Abah untuk memberikan porsi lebih banyak untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Berjanji untuk hadir di pesta perayaan ulang tahun Euis, hingga malam Abah tak kunjung sampai di rumah. Abah masih sibuk, terlebih lagi karena para pegawai proyek tiba-tiba mengepung kantor Abah dan meminta gaji mereka yang sudah ditunggak selama 3 bulan.

Kesedihan Euis dan Emak semakin bertambah dengan rasa bingung dan takut, karena segerombolan pria datang menghardik paksa masuk ke rumah. Tanpa basa-basi, pria dengan pembawaan diri paling seram mengusir semua orang di rumah itu, termasuk tamu pesta ulang tahun Euis. Rumah mereka pun disegel, yang menurut mereka sudah sesuai dengan perjanjian.

Baru setelah malam, Abah sampai di rumah mendapati Emak, Euis, dan Ara berada di teras rumah dengan beberapa koper, masih dijaga dengan segerombolan pria seram tadi. Tidak lagi memiliki rumah untuk dihuni, Abah mengajak Emak, Euis, dan Ara untuk ‘berlibur’ di rumah Aki, ayah Abah, yang jauh di pedesaan sambil berupaya memperbaiki kondisi melalui jalur hukum. Malang tidak bisa dihindari, Abah juga dinyatakan bangkrut. Meskipun begitu, Ara malah bertepuk tangan bahagia mendengarnya. Abah bisa sering di rumah, katanya.

Peristiwa ini kemudian menjadi titik balik kehidupan masing-masing anggota keluarga mereka. Abah harus mencari sumber penghasilan baru yang tak tidak mudah, Emak yang ulet membantu menyokong kebutuhan sehari-hari keluarga, Euis yang kesulitan beradaptasi dengan kondisi baru ini, dan Ara dengan kepolosannya yang selalu gembira menghadapi hal-hal baru.

Digarap oleh sutradara muda berbakat, Yandy Laurens, film Keluarga Cemara mampu menceritakan segala kesulitan dan kegembiraan yang dirasakan oleh keluarga Ara tetap relevan dengan perkembangan zaman. Misalnya, kepemilikan smartphone serta profesi ojek online yang dijalani oleh Abah yang tentunya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari kita.

Tentu kisah Keluarga Cemara yang modern ini menjadi salah satu film yang patut Anda tonton bersama keluarga. Tidak hanya sarat akan nilai-nilai kehidupan yang baik untuk ditanamkan pada Si Kecil (dan tentunya menjadi refleksi pada kehidupan Anda sendiri), film ini semakin menghibur dengan kehadiran sosok Ceu Salmah (Asri Welas) yang unik dan ceria. Pokoknya, film yang diproduksi oleh Visinema Pictures ini adalah paket lengkap perpaduan emosi, nilai moral kehidupan, serta lelucon lucu sederhana yang tentunya bisa menghibur Anda sekeluarga.

Jangan lupa tonton film Keluarga Cemara di bioskop ya! (Gabriela Agmassini/SW/Dok. M&B)

Sumber Mother and Baby Indonesia

Share it