Kisah seniman keramik termuda, Ayu Larasati dalam Diary Dave

Kisah seniman keramik termuda, Ayu Larasati dalam Diary Dave

620

Program Diary Dave di 90.4 Cosmopolitan FM, Kamis (4/2) kembali menghadirkan tamu spesial yang inspiratif yaitu Ayu Larasati, seniman keramik termuda yang membagi pengalamannya kepada Cosmoners.

Ayu Larasati yang baru dua tahun belakangan ini menetap di Jakarta karena pendidikannya di Ontario College of Art and Design di Toronto, Kanada selama 10 tahun. Ia bercerita mengapa ia tertarik dengan bidang pottery, sebutan untuk barang-barang yang terbuat dari tanah liat.

Ia menuturkan, karena pada saat kuliah di sana, di tahun keduanya ia mempunyai dua kelas yang mengharuskan untuk diambil, salah satunya ‘Pottery Class’, saat itulah tumbuh rasa cintanya dan passion dalam bidang keramik.

“Proses kecintaan terhadap keramik itu pelan-pelan dan tidak langsung, sebetulnya di tahun kedua kelas keramik tersebut mau dihapuskan karena jarang peminatnya dan lebih mengutamakan digital design, pokoknya lebih banyak ke teknologi dan tradisional mulai ditinggalkan,” ujar Ayu kepada.

Ayu juga menjelaskan kalau pottery adalah cabang dari keramik, “Apapun yang fungsional dan berbentuk cawan atau wadah seperti mangkok, cangkir, pot atau vas bunga itu disebut pottery,” jelas Ayu.

“Belajar pottery itu belajar menghargai proses. Dalam keseharian sedikit banyak mempengaruhi, orang yang mengerjakan pottery harus pake passion, itu kerja yang agak sedikit kotor karena memakai lumpur atau tanah, jadi harus cinta dan memakai hati,” tutur Ayu ketika ditanya hubungan pottery dengan kehidupan.

Produk favorit Ayu dalam membuat pottery adalah mug atau cangkir, menurutnya banyak inovasi yang ia bisa buat dalam produk tersebut tidak seperti yang lain.

Jika Anda ingin mendapatkan kisah inspiratif lainnya, dengarkan terus program ‘Diary Dave’ bersama Dave Hendrik, setiap hari Kamis pukul 19.00 – 20.00 WIB di 90.4 Cosmopolitan FM.

[teks Rashed Hannan | foto Alarasati]