Latih mental anak agar tidak menindas atau ditindas temannya

Latih mental anak agar tidak menindas atau ditindas temannya

248

ParenThink kembali hadir bersama Claudia Lengkey dan our expert, Mona Ratuliu, membahas tentang isu yang sedang hangat di Indonesia, yaitu bullying. Sebenarnya, kasus ini masih sering terjadi dimanapun.

Bullying diakibatkan dari minimnya rasa empati. Apabila terjadi di kalangan anak SD, memang masih sangat jarang untuk anak kecil memiliki rasa empati, maka itu mereka rentan terhadap isu bullying.

Namun berbeda halnya dengan anak SMP, SMA, apalagi kuliahan. Tapi yang sedang marak saat ini? Kasus anak kuliahan mem-bully temannya, padahal harusnya rasa empati sudah mereka miliki.

Empati adalah hal yang harus ditumbuhkan, bukan hal yang otomatis ada dalam diri seseorang. Pemicu empati pun bisa dari banyak hal, namun salah satu faktor yang terpenting adalah dari lingkungan rumah, yaitu orang tua.

Seharusnya, orang tua bisa melatih anak untuk tidak mem-bully, dan juga jangan jadi korban bullying. Caranya? Latih mental anak, dan ajarkan disiplin. Namun, disiplin sendiri bisa mengarah positif dan negatif.

Misalnya, ketika menyuruh anak untuk mandi, berikan sang anak sebuah pilihan. “Kalau mandi, nanti boleh makan pudding!” Maka sang anak akan berusaha memilih sendiri apakah dia mau makan pudding, kalau iya, ia harus mandi terlebih dahulu. Dan pilihan tersebut bukan sebuah paksaan.

Disiplin yang negatif adalah menyuruh sesuatu terhadap anak, namun dengan ancaman. Misal, “Kalau tidak mandi, nanti dipukul!” Cara seperti itu membuat anak merasa dipaksa, dan bisa jadi ia juga akan terbiasa melakukan hal yang sama terhadap teman-temannya.

Hal seperti apa yang bisa disebut dengan bullying? Apa bedanya dengan konflik?

Konflik itu berkebalikan dengan bullying. Konflik bisa membangun karakter dan membuat anak memikirkan cara menyelesaikan masalah.

Sedangkan bullying terdapat ketidakseimbangan fisik, sosial dan mental. Biasanya, mental pem-bully lebih kuat dari yang di-bully. Atau, yang si kaya menindas si yang miskin. Cenderung ada ketidakseimbangan yang terjadi antar sesama.

Untuk melatih anak memiliki mental yang kuat, ajarkan anak menguasai keadaan, mau konflik atau bullying. Latih anak untuk tahu harus berbuat apa di berbagai macam kondisi.

Lalu, biarkan anak menyelesaikan sendiri masalahnya. Ada orang tua yang cenderung turun tangan saat anaknya sedang dalam masalah, padahal harusnya sang anak bisa menyelesaikan urusannya sendiri. Inilah yang perlu dilatih, orang tua tidak perlu selalu ikut campur dalam urusan anak.

Cosmoners, yuk terus dengarkan Cosmopolitan FM melalui streaming di sini, atau download melalui iOS dan Google Play Store!

[teks Gabriella Sakareza | foto aceofgeeks.net]

Baca juga:
Spotted: Emma Watson mengenakan Louis Vuitton
Taklukan pria dengan lipstik ramping dari Hourglass
Fashion show Altuzarra pindah ke Paris Fashion Week