Lucky Brides: Hatiku pun luluh

Lucky Brides: Hatiku pun luluh

494

Hallo nama saya Rosa. Awal pertemuan saya dangan pasangan (Agus Salim) dimulai dari keisengan teman-teman baik, untuk menjodohkan. Keinginan menemukan soulmate yang serius sudah terbayang lama, tapi hubungan percintaan terakhir saya membawa luka cukup dalam sehingga saya cukup “batu” dan keras perasaannya. Setiap diperkenalkan teman baru selalu tawar hati dan hambar.

Sore itu saya sedang hangout dengan teman-teman baik dan salah satu ipar teman baik saya tiba-tiba ikut nimbrung di meja kami. Dan dengan sangat antusias ingin memperkenalkan dan menjodohkan saya dengan temannya. No PIN BBM pun dikirimkan…

Selang waktu beberapa jam ‘ting‘, bbm invite pun berbunyi. Percakapan demi percakapan di bbm pun berlajut ke telpon. Akhirnya suatu sore kami janjian dinner jam 7 malam di Plaza Senayan. Sore itu hujan dan macet sekali sehingga saya telat 1 jam dari waktu janjian kami. Setelah sampai, saya coba menghubungi hp Agus, tapi selalu masuk mailbox hp-nya atau layanan tidak aktif.

Saat itu ada kepikiran mungkin dia marah, pulang dan malas bertemu. Sudah 40 menit berlalu, jam pun sudah hampir 9 malam dan hp pun belum dapat terhubung. Lalu saya memutuskan untuk mengarah ke parkiran mobil, sambil tetap mencoba menghubungi. Kemudian di eskalator turun, saya berpapasan dengan pria yang mirip sekali dengan Agus (saya turun, dia naik) tapi dia tidak pegang hp, berjalan santai, lurus ke depan. Pikir saya “nah mungkin ini dia, tapi nggak pegang hp, body language-nya santai banget, gimana tahunya?, ntar manggil salah orang tengsin gue!” Untungnya dia melirik dan bertanya “Rosa?” oh ok ternyata benar, dia ternyata. Akhirnya bertemu juga walau perjuangan hujan macet dan menunggu tak pasti. Makan malam pun hari itu berakhir dan saling contact pun sering kami lakukan, tapi perasaan saya seperti biasa hambar tidak tertarik.

Keesokannya dia datang ke rumah saya dan membawakan bunga. Sembari memberikan bunga dia pun menyatakan keseriusannya. Tapi ya seperti biasa saya belum dapat berkata apa-apa dan memang belum ada perasaan juga. Karena tidak ingin dibilang memberi harapan palsu dan menyakiti perasaan orang, saya pun bilang saya tidak ada perasaan, saya cuma bisa berteman. Tapi Agus tetap saja mencoba sabar untuk meluluhkan saya.

Sudah 3 kali dia coba ungkap perasaan, 3 kali pula saya bilang tidak bisa. Akhirnya saya kenalkan ke teman single yang lain mungkin lebih cocok, ternyata tetap saja dia mencoba fokus ke saya. Akhirnya saya coba merenung beberapa saat dan bertanya dengan diri sendiri. Dan saya flashback ulang apa yang Agus coba dan pria masa lalu saya coba untuk saya. Saya sadar dia sangat mencintai saya dan mencoba banyak hal untuk saya.

Setelah 1 tahun pertemanan kami, saya pun mencoba untuk membuka hati dengan dia. Tak lama kami mencoba, Agus memutuskan berbicara dengan orangtua saya bahwa dia serius dan ingin meneruskan ke tahap serius. Terbayar sudah keseriusan dan kegigihannya, saya menerima lamarannya. And well tanggal untuk kami pun ditetapkan sudah 8 November 2015. kami mencoba untuk berikrar, semoga setiap persiapan kami dilancarkan dan diberkati Tuhan Yang Maha Esa. Yang saya rasakan sekarang seperti tenang, dicintai, dan tanpa beban tidak seperti hubungan sebelumnya yang complicated banget. Thx God :). [foto]

Rosalia Setiana Chandra

Catatan redaksi:
90.4 Cosmopolitan FM mengadakan program Echanteur 13 Lucky Brides. Ini sebagai program puncak kemeriahan ulang tahun Cosmopolitan FM ke 13, yang akan memilih 13 calon pengantin yang beruntung.

Mereka akan mendapatkan hadiah spesial berupa wedding singer, honeymoon trip package, MC dari penyiar-penyiar Cosmopolitan FM, dan photo booth corner sebagai merchandise.

Untuk memperoleh hadiah itu, calon pengantin hanya membagi cerita cintanya. Cerita yang paling menarik akan masuk finalis. Pengumuman pemenangnya dibacakan pada 8 Mei 2015 di program Happy Hour Special.

Semua cerita dari finalis akan ditayangkan secara berseri setiap hari hingga 7 Mei 2015 di cosmopolitanfm.com.

Lucky Brides