Mel B akan masuk program rehab, berikut alasannya

Mel B akan masuk program rehab, berikut alasannya

232

Salah satu personil Spice Girl, Mel B baru saja mengumumkan akan masuk program rehabilitasi di United Kingdom setelah didiagnosa mengalami Post Traumatic Stress Disorder (PTSD).

Dia mengungkapkan dalam wawancaranya bersama The Sun, akan mengikuti program terapi yang sesuai dalam beberapa minggu ke depan. “Tapi ini (program terapi) harus dilakukan di UK karena saya sangat, sangat British dan saya tahu bahwa itu adalah yang terbaik untuk saya,” kata Mel B pada The Sun, Minggu 26 Agustus.

Dia juga bercerita pada wawancara tersebut mengenai PTSD yang dialami selama enam bulan terakhir. Menurut penuturan Mel B, masalah yang dialaminya bukanlah terkait seks ataupun alkohol.

Melainkan kekerasan secara emosional dalam hubungan serta menghadapi begitu banyak masalah besar seperti kematian Ayahnya. Dia juga bercerita masalah keuangan menjadi salah satu poin yang memicu PTSD pada dirinya. Lebih dari satu tahun Mel B telah berjuang di pengadilan atas kasus pelecehan emosional yang dialami.

Dalam wawancara tersebut Mel B juga mengungkapkan baru-baru ini dia telah diagnosa mengalami PTSD dan pada 9 Agutsus dia mulai melakukan terapi Eye Movement Desensitisation and Reprocessing (EMDR) yang bekerja untuk membantunya cepat melupakan kejadian menyakitkan dan traumatis. “Saya tidak mau merasa sial, tapi sejauh ini (terapi EMDR) sangat membantu saya,” ungkap Mel B.

Mel B juga mengungkapkan dirinya sadar betul masih berjuang melawan masalah-masalah yang membuatnya didiagnosa post traumatic stress disorder. Tetapi jika dia bisa melawan itu semua, maka dia akan terus berjuang untuk anak-anak, keluarga, dan orang-orang yang selalu mendukungnya.

“Saya tidak sempurna, dan tidak pernah berpura-pura sempurna. Tapi saya akan berusaha menjadi versi yang lebih baik untuk anak-anak, keluarga, dan semua orang yang mendukung saya.”

PTSD sendiri adalah masalah kesehatan mental yang terjadi pada seseorang setelah mengalami atau menyaksikan kejadian yang mengancam jiwa, seperti pertempuran, bencana alam, kecelakaan mobil, atau kekerasan seksual.

Orang yang terkena PTSD biasanya akan terus mengingat kenangan yang tidak menyenangkan, merasa gelisah, atau sulit tidur setelah mengalami atau menyaksikan kejadian tersebut.

Pada awalnya mungkin akan sulit bagi orang dengan PTSD untuk melakukan aktivitas normal sehari-hari, seperti pergi bekerja, pergi sekolah, atau hanya sekadar menghabiskan waktu dengan kerabat. Tetapi kebanyakan orang akan mulai membaik setelah beberapa minggu atau bulan.

Sedangkan jika lebih dari beberapa bulan dan kamu tetap merasakan gejala-gejala tersebut tidak hilang, kamu mungkin masih mengalami PTSD. Pada beberapa orang, gejala PTSD bisa baru mulai dirasakan lama setelah kejadian atau langsung muncul setelah kejadian dan hilang dalam beberapa waktu. Perlu diingat PTSD dapat dialami oleh semua orang dan ini bukanlah tanda kelemahan.

(Shintia Savitri / Image: Doc. Twitter @officialmelb dan Pagesix.com)

Sumber Cosmopolitan Indonesia

Share it