Mengatasi kekhawatiran para ibu yang bekerja

Mengatasi kekhawatiran para ibu yang bekerja

167

Menjadi seorang ibu yang bekerja selalu mengundang dilema. Dalam ParenThink bersama Mona Ratuliu, membahas lebih dalam mengenai ibu yang bekerja.

Mengemban tugas sebagai ibu merupakan kebahagiaan seorang perempuan, apalagi jika bisa membesarkan si buah hati dan ada untuknya setiap saat. Sayangnya, seringkali berbagai tuntutan membuat kita tidak memiliki banyak waktu bersama si buah hati. Tuntutan pekerjaan, misalnya.

Ibu yang bekerja seringkali dihantui merasa bersalah. Tuntutan pekerjaan membuat si ibu tidak bisa terlibat penuh dalam pengasuhan anak, dan memaksa ibu untuk meninggalkan anak dalam pengawasan orang lain.

Tapi hati-hati, Cosmoners. Keseringan merasa bersalah tidak membuat keadaan jadi lebih baik. Rasa bersalah yang terus menerus dipelihara, akan menghabiskan tenaga dan pikiran yang seharusnya bisa digunakan untuk hal yang lain.

Misalnya, memikirkan bagaimana untuk tetap dapat memiliki waktu berkualitas bersama anak ditengah-tengah kesibukan pekerjaan.

Berikut ini, ada beberapa tips untuk para ibu bekerja untuk menjaga quality time bersama anak-anak.

1. Hadirlah sepenuh hati dan jiwa. Saat memiliki waktu bersama anak-anak hadirlah sepenuhnya, singkirkan segala urusan pekerjaan, dan pikiran pikiran menganggu mengenai itu. Tuangkan seluruh perhatian kepada anak selagi ada waktu, agar mereka tidak merasa kehilangan perhatian dari ibunya walaupun sang ibu tidak selalu ada setiap waktu.

2. Be silly! Zaman sekarang, sudah nggak zaman lagi para ibu bersikap kaku agar dihormati anak-anaknya. Bagaimana anak-anak bisa merasa dekat dengan ibunya, jika ibunya saja tidak bisa mencairkan suasana di rumah? Ciptakan suasana hangat dan fun saat bersama mereka, agar mereka tetap merindukan kehadiran kita saat kita sedang sibuk berkegiatan.

3. Perbanyak ciuman dan pelukan untuk anak-anak. Meskipun anak beranjak dewasa, pelukan dan ciuman ibu selalu berhasil menenangkan hati anak. Jadi, kita tidak perlu khawatir saat anak-anak diasuh orang lain, dengan seringnya ciuman dan pelukan yang kita berikan kepada anak, anak akan selalu merasa dekat dengan ibunya.

2. Stop baper! Seringkali, ibu bekerja merasa iri hati kala anak menjadi akrab dengan pembantu, atau nenek kakek yang ikut mengasuhnya. Seharusnya, kita bersyukur karena anak dapat terus merasa nyaman dan aman, meskipun kita tidak bisa mengasuhnya setiap saat.

5. Pillow Talk. Menjadi ibu bekerja, membuat kita memiliki waktu yang sangat minim bersama anak. Meskipun hanya memiliki waktu sisa di malam hari bersama sang buah hati, manfaatkan sebaik mungkin ya, Cosmoners! Obrolan sebelum tidur, sangat berhasil dipakai untuk menjalin cinta bersama sang anak. Luangkan waktu untuk mendengar ceritanya di hari itu.

6. Buat skala prioritas. Menjadi ibu bekerja membuat kita menjadi super sibuk. Urusan kantor, urusan rumah, belum lagi urusan bersama teman-teman untuk ngumpul dan nongkrong cantik. Jangan sampai waktu kita terbuang untuk orang lain terus ya! Ibu bekerja juga perlu me time untuk beristirahat dan menjaga hati agar tetap bahagia.

[teks Angelita Christy, Cosmoners dari Universitas Multimedia Nusantara | foto socialmoms.com]

Baca juga:
Pemeran film Mulan telah diumumkan!
10 Ide untuk perayaan Hari Ibu!
Varian baru primer The Porefessional dari Benefit