Mengatasi perilaku anak yang kurang baik

Mengatasi perilaku anak yang kurang baik

240

ParenThink (14/3) bersama Mona Ratuliu, membahas tentang bagaimana mengatasi perilaku anak yang kurang baik.

Memang, rasanya senang sekali melihat Si Kecil mulai sekolah. Mulai terlibat dalam rutinitas yang seru dan belajar banyak hal. Bersosialisasi dan beradaptasi pada lingkungan baru pastinya menjadi hal yang menarik buat anak.

Tapi, tidak jarang orang tua menjadi khawatir karena sejak masuk sekolah, perilaku anak mereka menjadi berubah. Mulai dari meniru perkataan atau perbuatan temannya yang negatif, memukul, meludah, mencubit, meludah, berkata kasar, dsb.

Nah Cosmoners, jangan panik ya jika Si Kecil tiba-tiba melakukan sesuatu di luar kebiasaanya. Karena reaksi kita yang berlebihan akan semakin membuat mereka penasaran dengan aksinya.

Ketika anak-anak tertarik dengan reaksi orang dewasa di sekitarnya, biasanya malah akan membuat anak tersebut mengulangi kebiasaan barunya yang kurang baik tersebut, karena dianggap seru dan menarik.

Daripada harus marah-marah yang berisiko ditiru oleh Si Kecil, terdapat beberapa hal lain yang bisa dilakukan ketika hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Menurut Mona, di rumahnya ketika anak-anak melakukan hal-hal yang menimbulkan kerugian seperti menumpahkan air, mengotori ruangan, memecahkan gelas, ia menerapkan sistem ganti rugi, guna mengajari mereka arti tanggung jawab.

Konsep ganti rugi adalah melakukan hal yang tadinya membuat orang merasa dirugikan menjadi bisa tersenyum kembali.

Tidak jarang ia mendapatkan penolakan dari anak-anaknya. Agar tanggung jawab tetap berjalan, konsekuensinya anak-anak tidak dapat menikmati semua fasilitas yang ada di dalam rumah sebelum ruangan bersih seperti semula.

Sebelum tanggung jawab mereka selesai, mereka belum bisa menonton televisi, menikmati camilan favorit, atau bermain dengan mainannya.

Ketika anak-anak sedang tenang dan senang, mulailah masukan informasi-informasi positif tentang perilaku yang baik, fungsi tangan dan kaki, sopan santun, pentingnya berbicara yang baik, dsb.

Informasinya ia berikan biasanya saat bermain, bernyanyi atau sambil membacakan cerita. Penting juga untuk berdiskusi dengan anak mengenai perilaku teman-teman mereka yang kurang baik serta tanyakan pendapat mereka mengenai perilaku teman mereka yang negatif, agar mereka memahami bahwa perilaku tersebut tidak baik untuk dilakukan.

Semua orang tua pasti inginnya anak-anak tampil manis dan sesuai dengan apa yang kita inginkan. Tapi yang perlu kita ingat, memang begitu cara anak-anak dalam memahami kehidupan dengan mencoba banyak hal serta jatuh bangunnya melakukan kesalahan dan mencoba bangkit kembali.

Justru tugas kita adalah dengan membangun benteng di diri anak agar tidak terjerumus dalam hal-hal yang negatif.

Cosmoners, yuk terus dengarkan Cosmopolitan FM di 90.4 FM, atau bisa melalui streaming di sini!

[teks Angela Wahyudi | foto pendidikankarakter.com]

Baca juga:
“At My Best”, Machine Gun Kelly berkolaborasi dengan Hailee Steinfeld
Demi Lovato merefleksikan masa-masa sulitnya
New Kids On The Block memberikan kejutan lewat single baru!