Mengatasi sifat buah hati yang pemalu

Mengatasi sifat buah hati yang pemalu

440

ParenThink bersama Mona Ratuliu, membahas tentang bagaimana mengatasi buah hati yang pemalu.

Saat anak mulai memasuki bangku sekolah, banyak ibu berharap bahwa Si Kecil dapat bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Melihat kenyataan bahwa Si Kecil tidak mudah untuk bersosialisasi dengan temannya, beberapa ibu mulai mencari solusi bagaimana agar Si Kecil tidak malu-malu lagi untuk bersosialisasi.

Biasanya orang tua mulai membandingkan si kecil dengan anak lain setelah masuk sekolah. Karena terdapat beberapa sifat dan sikap yang beragam didalam sekolah. Ada anak yang pandai berbicara, ada anak yang berani untuk memimpin barisan, dan ada juga anak yang berani tampil diatas panggung. Hal inilah yang terkadang membuat orang tua ingin anaknya memiliki segudang kemampuan seperti yang dimiliki oleh teman sikecil.

Tapi nyatanya, setiap anak memiliki kepribadian dan kelebihannya masing-masing. Kesalahan yang sering terjadi adalah ketika ibu-ibu berkumpul dan membicarakan mengenai perilaku anaknya didepan anaknya sendiri. Hal itulah yang harus dihindari oleh tiap orang tua ketika membicarakan mengenai kekurangan Si Kecil. Karena akan membuat Si Kecil minder atau semakin malu untuk bersosialisasi.

Membawa Si Kecil untuk ikut beraktivitas bersama dengan orang lain adalah salah satu cara untuk membuat si kecil berani keluar dari zona nyamannya, serta mengajari anak untuk dapat beradaptasi diberbagai situasi. Tapi kita juga harus tahu kadar malu Si Kecil agar tidak sembarang membiarkan Si Kecil bersama situasi yang tidak membuatnya nyaman.

Sebelum kita meletakkan Si Kecil disituasi diluar zona nyamannya, mari kita melihat apakah kegiatannya yang lain sudah beres atau belum? Misalnya dalam hal tugas sekolah, sebagai anak, sebagai teman ataupun kesehatan dirinya. Jika ternyata semua hal tersebut sudah beres, sebenarnya tidak ada yang perlu dipermasalahkan.

Namun terkadang, anak suka menemukan kesulitan didalam kehidupannya sehari-hari terkait dengan sifatnya yang pemalu. Secara perlahan, sebagai orang tua kita dapat memberikan berbagai cara untuk menghadapi berbagai situasi yang sulit karena sifat pemalunya.

Misalnya, berikan ide kepada si kecil untuk meminta bantuan kepada orang lain jika ia tidak mampu mengatasi rasa malunya. Bisa juga dalam bentuk tulisan, jika tidak berani untuk berbicara langsung.

Kesabaran sangat diperlukan dalam mendampingi si kecil yang pemalu. Jangan mengharapkan proses yang instan, nikmatilah prosesnya. Karena bisa jadi, mendampingi anak yang pemalu adalah proses belajar seumur hidup.

Cosmoners, yuk terus dengarkan Cosmopolitan FM di 90.4 FM, atau bisa melalui streaming di sini!

[teks Angela Wahyudi | foto twitter @cosmopolitanfm]

Baca juga:
Museum untuk mengenang Carrie Fisher dan Debbie Reynolds
Single terbaru Aliza Putri, “Jealous”
Humour is the key to success at work