Mengenang desainer asal Amerika Serikat, Kate Spade, ini 8 faktanya

Mengenang desainer asal Amerika Serikat, Kate Spade, ini 8 faktanya

136

Para pencinta fashion sudah pasti sangat familier dengan nama Kate Spade. Label ini telah begitu konsisten menghadirkan rangkaian aksesori, busana siap pakai, hingga pernak-pernik kantor dan rumah tangga dengan desain yang feminin namun quirky dan penuh humor. Maka tak heran begitu banyak perempuan di berbagai belahan dunia jatuh hati dengan koleksi Kate Spade.

Dan pada tanggal 5 Juni 2018 lalu, sang desainer aksesori sekaligus pendiri dari merk ternama asal Amerika Serikat tersebut mengembuskan napas terakhirnya di New York.

Untuk mengenang kepergian Kate Spade dengan segenap fashion legacy yang ditinggalkannya, Bazaar telah mengumpulkan sekelumit cerita dan fakta tentang Kate Spade.

1. Perempuan yang terlahir bernama Katherine Noel Brosnahan ini lahir di kota Kansas, Amerika Serikat, tanggal 24 Desember 1962. Saat kecil, perancang sekaligus businesswoman yang mengawali kariernya di industri fashion sebagai editor mode ini senang bermain-main dengan koleksi perhiasan sang ibunda, namun tidak terpikir olehnya untuk berkecimpung di dunia fashion.

2. Keputusannya untuk merintis bisnis di bidang aksesori diawali oleh rasa putus asa Kate Spade atas keterbatasan koleksi tas wanita yang praktis dan fungsional namun tetap memiliki desain yang atraktif di akhir era ’80-an dan awal era ’90-an.

Tahun 1993 ia pun melansir label aksesori eponymous-nya, meskipun ia tidak memiliki latar belakang pendidikan desain sama sekali.

3. Koleksi pertama aksesori Kate Spade hanya terdiri dari enam desain yang mengombinasikan garis rancang yang bersih dengan bentuk utilitarian yang fungsional, serta diperkaya dengan palet penuh warna yang memikat pandangan mata.

Untuk menjadikan tasnya semakin atraktif, Kate Spade membubuhkan pelat label “Kate Spade New York” dengan huruf yang relatif kecil sebagai penunjuk identitas tas secara subtil.

4. Boleh dikatakan, pendekatan artistik yang diterapkan oleh Kate Spade merupakan sebuah terobosan baru dalam desain aksesori di kala itu. Hasilnya, koleksi tas Kate Spade segera menjadi favorit para pencinta fashion.

Hanya beberapa tahun berselang dari debutnya, Kate Spade berhasil membuka butiknya di SoHo dan memenangkan penghargaan Rising-Talent Award dari Council of Fashion Designers of America (CDFA) di tahun 1995.

5. Dengan cakupan harga yang cukup terjangkau, koleksi tas maupun aksesori dari Kate Spade pun dikenal sebagai “the first fashion bag” bagi perempuan yang baru menapaki kariernya maupun gadis-gadis yang baru beranjak dewasa.

Menjinjing tas Kate Spade menjadi simbol status pencapaian kemapanan di awal karier, sebelum pada akhirnya finansial mereka semakin kuat untuk dapat membeli koleksi tas lansiran big luxury house.

6. Seiring dengan semakin besarnya kesuksesan yang diperoleh Kate Spade, ia lantas melebarkan sayapnya ke departemen lain seperti koleksi ready-to-wear, sepatu, baju anak-anak, alat tulis, hingga pernak-pernik rumah tangga.

Semuanya memiliki ciri khas artistik yang selaras, yakni gaya bernuansa fun, kaya warna, namun tetap sophisticated.

7. Sejak awal peluncurannya, rangkaian koleksi Kate Spade selalu memegang teguh inspirasi gaya retro ala tahun ’50-an dan ’60-an baik dalam segi desain hingga eksekusi kampanye iklannya.

Gaya ini juga mencitrakan ciri khas personal style Kate Spade yang kerap tampil ala perempuan di kedua era tersebut dengan sentuhan nerdy yang unik. Tak ayal, gaya seperti ini menjadikan DNA Kate Spade begitu kuat dan ikonis.

8. Hingga saat ini label Kate Spade telah memiliki 140 butik di seluruh wilayah Amerika Serikat dan lebih dari 175 butik di seluruh dunia. Koleksi dari Kate Spade selalu berhasil menggoreskan senyuman dan membuat siapa pun jatuh cinta melihatnya. It’s the kind of fashion that really lifts your mood!

Sumber Harpers Bazaar Indonesia