Menggunakan sisi kerentanan sebagai kunci kesuksesan

Menggunakan sisi kerentanan sebagai kunci kesuksesan

456

Mencapai kesuksesan dalam karier pasti menjadi impian setiap orang. Tapi apakah Cosmoners tahu kalau banyak sekali faktor-faktor yang memiliki dampak dalam mencapai kesuksesan karier?

Ternyata ada satu hal yang mempunyai peran penting yang belum tentu semua orang bisa lakukan sehari-hari, yaitu vulnerability atau kerentanan.

Dalam Cosmopolitan Career bersama Novita Angie dan Yosi Mokalu kali ini akan membahas tentang menjadikan kerentanan sebagai kunci kesuksesan dengan pendiri Daily Meaning, Alexander Sriewijono.

Banyak yang mengira bahwa kerentanan itu seperti seseorang yang mudah diserang, atau tidak stabil dan perlu dihindari.

Sebenarnya dalam konteks organisasi, ada 2 titik ekstrim dimana yang satu adalah sangat rentang atau mudah diserang, sedangkan yang satu lagi adalah superhero.

Dua titik ekstrim ini sering membuat kita bertanya, apakah ada titik tengah di antara keduanya? Kemudian orang akhirnya bisa mengakui apa adanya, kondisinya ataupun idenya, dan akhirnya membuat kondisi organisasinya lebih baik.

Leader dalam organisasi bukanlah superhero. Mereka juga manusia dimana ia juga pernah berada dalam titik tak bisa berpikir lagi.

Dalam situasi lingkungan yang matang ketika seorang leader terbuka dengan bawahannya, justru para bawahan akan membantunya, mencoba meringankan bebannya dan mengerjakan pekerjaan leader.

Contoh kerentanan positif lain adalah ketika seorang leader mempunyai ide, namun ia tetap terbuka terhadap ide dari bawahannya.

Biasanya yang membuat orang ragu untuk mengakui kerentanannya yaitu ego, terlebih lagi ini biasanya dialami oleh seorang leader.

Biasanya ia tidak mau atau tidak diterima untuk dikritik oleh orang lain. Rentan yang tidak boleh, pertama adalah rentan yang berlebihan, seperti merasa di kantor menjadi paling korban, merasa di fitnah, lalu merasa mengerjakan pekerjaan lebih banyak dan lainnya.

Rentan yang tidak boleh kedua adalah rentan yang cuma berhenti di level mengeluh, curhat tapi tidak memberikan solusi.

Leader harus meninggalkan topengnya bahwa ia sempurna. Dengan kematangannya, bagaimana ia bisa melibatkan organisasi untuk bekerja sama, dan melepaskan trauma masa lalu tanpa perlu diungkit kembali.

Kesimpulannya adalah, pertama, jika dalam organisasi kita memahami kerentanan masing-masing, maka semua kelebihan dan kekurangan tersebut akan saling melengkapi.

Kedua, jangan rentan berlebihan, dan jangan rentan yang berhenti di level mengeluh tanpa solusi. Ketiga, jangan lupa bahwa mengatakan kerentanan dalam organisasi, harus diperhitungkan dampaknya.

Cosmoners, yuk terus dengerin Cosmopolitan FM di 90.4 FM, atau bisa melalui streaming di sini! [teks Hardianti Budhi | foto stevenaitchison.com]

Baca juga:
10 Ide kado Valentine untuk si dia
5 Cara wanita single menikmati hari Valentine
8 Lipstik pink pilihan Cosmo untuk Valentine’s Day!