Pahami kebiasaan anak di era digital

Pahami kebiasaan anak di era digital

145

Mona Ratuliu dalam ParenThink kali ini memberikan solusi untuk Cosmoners mengenai anak-anak yang tumbuh di era digital.

Sekarang ini, anak-anak yang besar di era digital sering kali dilihat sebagai anak anak yang apatis dan kurang peduli terhadap lingkungannya. Orang tua zaman sekarang kerap kali merasa kesulitan mengasuh anak-anak yang sudah sangat berbeda pola perilakunya.

Mereka seperti merasa kehilangan perhatian anak-anak. Belum lagi, anak-anak di era digital dianggap kurang sopan dan cenderung emosional.

Namun Mona memiliki pandangan lain. Menurutnya, anak-anak yang tumbuh di era digital jauh lebih cerdas dan terbuka. Mereka memiliki banyak sekali point of view, karena mereka memiliki akses yang besar untuk mendapatkan paparan baik melalui pergaulannya ataupun gadget mereka.

Bisa jadi satu rumah, tapi nggak satu culture sama orang tuanya,” tambah Mona. Cara bicara anak-anak digital cenderung lebih ekspresif, hal ini yang membuat mereka terlihat lebih berani dan menggebu-gebu.

Kadang, orang tua salah mengartikan pola komunikasi anak-anak zaman sekarang, dan langsung melihat tindakan mereka sebagai tindakan yang tidak sopan.

Maka dari itu, orang tua tidak bisa lagi kaku seperti zaman dulu. Orang tua perlu bertransformasi mengikuti pola pergaulan anak-anak zaman sekarang.

Karena, berbeda dengan anak-anak zaman dulu yang cenderung terbatas. Anak-anak zaman sekarang sudah mengenal banyak sekali hal-hal menarik di lingkungan dan pergaulan mereka. Orang tua pun dituntut untuk bisa lebih kreatif dan terbuka.

Mona juga menyarankan bagi orang tua, untuk mau mendengar. Zaman sekarang bukan lagi masa dimana orang tua yang mengajari anak-anak tapi proses belajar dimaknai bersamaan, orang tua perlu juga belajar dari anak-anak mereka.

Anak-anak zaman sekarang memiliki banyak pengetahuan dan opini, belajarlah mendengar supaya anak-anak bisa menuangkan pikiran-pikiran mereka.

Orang tua juga diajak untuk lebih aktif mengajak anak-anak untuk terlibat dengan aktifitas langsung. Karena, anak-anak di era digital sering kali terlena dan tidak lagi mau berkegiatan terbuka seperti olahraga, outbond, bermain sepeda.

Hal ini ternyata berdampak, karena anak-anak yang sering melakukan aktivitas terbuka lebih unggul dalam motorik, keseimbangan dan sistem pengendalian diri.

[teks Angelita Christy, Cosmoners dari Universitas Multimedia Nusantara | foto digitaltrends.com]

Baca juga:
Little Mix tampil hot di video musik “Power”
Ini alasan Selena Gomez terbuka mengenai The Weeknd
Sedih! Katy Perry curhat lewat live streaming