Pentingnya nilai pernikahan dalam “Filosofi Kue Pancong”

Pentingnya nilai pernikahan dalam “Filosofi Kue Pancong”

376

Dengan semakin bertumbuh budaya di era modernisasi ini, fakta tentang kawin cerai semakin kerap terjadi. Lahir dan dibesarkan oleh keluarga yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan dalam menjaga keutuhan keluarga, serta didukung oleh pengalamannya menangani lebih dari 1000 pernikahan dan berinteraksi dengan beribu klien, membuat Diany Pranata termotivasi untuk berbagi kiat akan pentingnya menjaga nilai-nilai demi tercapainya pernikahan yang langgeng dan sakinah.

Buku Filosofi Kue Pancong merupakan wujud dari kepedulian Diany Pranata akan masa depan anak bangsa. Melalui buku ini, Diany berusaha untuk mengingatkan kembali sakralnya sebuah pernikahan.

Perceraian tidak hanya melibatkan dua pribadi, namun juga keluarga besar. Terlebih bagi anak-anak buah perkawinan, sebagai pribadi polos sering kali justru dijadikan alasan untuk bercerai dengan dalih “demi kebaikan anak-anak”.

Apapun alasannya, anak-anak selalu menjadi korban dari perceraian, padahal merekalah generasi penerus bangsa. Tentunya kita tidak ingin bangsa ini bertumbuh dari generasi yang penuh dengan pribadi yang terluka.

Diany Pranata dalam siaran persnya menyatakan, “Ibarat kue pancong yang sederhana dan dapat dibagi-bagikan, buku ini berisi ide-ide sederhana untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga dalam bentuk kumpulan surat-surat yang ditulis penulis dalam rubrik tetap majalah Bella Donna The Wedding dan sharing dari nilai-nilai keluarga yang diwariskan oleh orang tua saya.

Buku ini terbagi dalam dua seri, yaitu Filosofi Kue Pancong I dan Filosofi Kue Pancong II. Dalam buku pertama, sang penulis membagikan pengalaman pribadi maupun pengalaman orang lain yang kerap ia temui.

Memuat penuturan tentang nilai-nilai yang diajarkan dan ditanamkan oleh kedua orang tua Diany, maupun pengalaman kehidupan sosialnya.

Sedangkan dalam buku kedua berisi sharing tips-tips pengalaman Diany seputar kehidupan rumah tangga dan keluarga. Berisi nilai-nilai sakral pernikahan yang menjadi pegangan dan panduan dalam kehidupan berkeluarga atau rumah tangga.

Tentunya, buku kedua ini masih memiliki benang merah intisari yang sama dengan buku Filosofi Kue Pancong seri pertama.

Cosmoners, yuk terus dengarkan Cosmopolitan FM di 90.4 FM, atau bisa melalui streaming di sini!

[teks Gabriella Sakareza | foto dok. Cosmopolitan FM]

Baca juga:
Film-film Hollywood yang menyebut nama Indonesia
Cerita Alika tentang single “Sendiri”
Jumpalitan at Breakfast Club bersama Dira Sugandi