Warning! Tidak semua pria yang ada di Tinder itu single

Warning! Tidak semua pria yang ada di Tinder itu single

181

Kini menemukan teman kencan semudah memesan pizza. Hanya bermodal ponsel dan koneksi internet, Anda bisa berkenalan bahkan janjian untuk movie date dengan seorang pria impian. Tapi… tunggu dulu! Jangan percaya 100 persen pria yang ada di Tinder, karena sebagian besar dari mereka sudah berstatus in relationship alias sudah memiliki pasangan.

Ya, kasus ini baru saja dialami oleh salah satu editor Cosmo yang hampir terjerat oleh pria (yang nyatanya sudah memiliki kekasih) di jejaring Tinder. Bahkan status tersebut ia ketahui setelah melakukan tiga kali kencan tatap muka. Yes, untungnya wanita fearless tidak terjerumus lebih dalam!

Cek Pasaran
Idealnya, Tinder dan aplikasi online dating lainnya ditujukan khusus untuk para pria dan wanita single. Tapi ternyata banyak juga yang “nakal” dan ingin flirting dengan orang lain walaupun ia sudah berkomitmen.

Setelah bertanya kepada 300 pria pemakai Tinder, Cosmo menemukan 42% di antaranya ternyata sudah memiliki kekasih bahkan tidak sedikit yang sudah menikah, lho. Alasannya beragam, mulai dari iseng hingga rasa haus akan pengakuan dan dianggap menarik oleh orang lain yang belum dikenalnya secara langsung.

Mungkinkah Pasangan Anda Bermain Tinder?
Cara kerja Tinder adalah dengan menampilkan orang-orang di sekitar Anda yang memiliki minat yang sama. Jika cocok, maka Anda bisa menentukan langkah selanjutnya melalui jalur chatting atau inbox. Dengan keleluasaan ini, Tinder memudahkan para penggunanya untuk mencari pasangan.

Tapi coba bayangkan jika Tinder digunakan oleh pasangan Anda?  Well, ada beberapa wanita yang membenarkan pasangannya bermain aplikasi online ini, tapi banyak pula yang menentang! Tak perlu was-was untuk mengetahui apakah si dia menggunakan Tinder atau tidak di belakang Anda.

Coba gunakan www.swipebuster.com. Website ini bisa melacak kapan dan di mana terakhir kali pasangan Anda menggunakan Tinder. Helpful, right?

One Night Skype
Banyak motif dan alasan menggunakan Tinder. Ada yang bermula dari keisengan atau memang ingin mencari cinta. Ada yang memanfaatkan Tinder atau aplikasi sejenis untuk berbincang dengan orang asing yang sedang berada dalam wilayah yang sama. Bahkan, ada pula motif lainnya yang tidak kalah mengejutkan, yaitu mencari pasangan seks. Ugh… No way!

Cosmo sempat berbincang dengan Andreas, 26 tahun, seorang pengacara, dan sudah menggunakan Tinder selama 1 tahun. “Saya adalah tipikal pria yang cepat akrab dengan orang lain dalam waktu cepat, termasuk wanita.

Jurus saya hanya satu: membuat dia nyaman dengan obrolan yang asyik. Setelah dia nyaman, barulah saya ajak Skype. Awalnya sih ngobrol biasa saja. Lama kelamaan jika dia sudah tertarik, saya mulai memancing untuk Skype sex. Biasanya sih mereka mau ya.”

Kekerasan via Tinder
Realitanya pria yang Anda temui melalui aplikasi Tinder adalah orang asing yang tidak diketahui latar belakangnya. Dan juga bukan seorang teman yang diperkenalkan oleh the girls atau rekan kerja di kantor. Ketakutan Cosmo yang paling besar dalam penggunaan Tinder yaitu kekerasan dan human trafficking yang bisa saja terjadi melalui aplikasi kencan online.

Oleh karena itu, jika Anda memutuskan untuk kopi darat, pastikan Anda melakukannya di tempat umum yang ramai. Kalau perlu minta salah satu teman untuk mendampingi. Oh ya, beri jarak antara waktu perkenalan dengan pertemuan. Seiring dengan waktu, Anda bisa menentukan apakah seseorang layak dilanjutkan pertemanannya atau tidak.

What To Do? Selective!
Mungkin memang jawaban Cosmo ini terdengar klise, tapi percayalah bahwa jurus ini sangat ampuh jika Anda tidak ingin terjerat oleh jebakan Mr. Not-Right di Tinder. Walaupun dia sangat tampan di profile picture atau begitu asyik dan atraktif saat ngobrol, jangan langsung mengiyakan ajakan si dia untuk bertemu setelah dua atau tiga kali bicara online.

Sesekali bersikaplah seolah-olah bak detektif dengan cari tahu akun media sosial yang dia punya. Anda bisa menggunakan search engine Google untuk mencari segala hal tentang si dia. Oh ya satu lagi, jangan terlalu cepat termakan rayuan! Jika dia sudah mengatakan menyukai Anda di obrolan kedua atau ketiga, hmm Anda sudah harus waspada. (Salli Sabarrang/SW/Image:Outnow.ch)

Source: Cosmopolitan Indonesia

Cosmoners, yuk terus dengarkan Cosmopolitan FM di 90.4 FM, atau bisa melalui streaming di sini!

Baca juga:
Lindsey Wixon tinggalkan panggung runway
5 Anak selebriti Hollywood paling digemari di Instagram
Roadtrip dari Melbourne dan kunjungi tempat menarik ini