Dampak buruk dari kekerasan yang dilakukan kepada anak

Dampak buruk dari kekerasan yang dilakukan kepada anak

1086

Perasaan kesal sebenarnya adalah hal yang lumrah terjadi kepada setiap manusia, khususnya bagi para wanita.

Rasa kesal maupun stress seringkali menghampiri wanita. Banyaknya kegiatan yang dilakukan serta tanggung jawab dan beban yang dipegang terkadang membuat kita mengungkapkan kekesalan kepada anak yang sebenarnya tidak tahu apa-apa.

Tak jarang si kecil menjadi korban dari kekesalan kita. Ungkapan kasar seperti makian, ancaman, hingga cubitan dan pukulan pun sering mengenai si kecil.

Bersama Mona Ratuliu dan Yarra Aristi dalam ParenThink kali ini yang akan membahas tentang dampak buruk dari perlakuan kasar yang diberikan terhadap perkembangan si kecil.

Dampak yang ditimbulkan oleh anak dari korban kekerasan orangtua:

  1. Anak akan merasa tidak dicintai dan tidak berharga
  2. Dapat tumbuh menjadi pribadi yang membenci diri sendiri
  3. Tumbuh menjadi pribadi yang mudah frustasi
  4. Anak akan sulit menjalin relasi terhadap orang lain
  5. Kecenderungan untuk berperilaku menyimpang karena menyimpan dendam & benci

Banyak yang beranggapan bahwa kekerasan adalah cara untuk mendisiplinkan anak, padahal di era serba modern ini kita dapat membaca artikel mengenai dampak buruk yang ditimbulkan dari perilaku kekerasan yang diberikan kepada anak.

Selain itu, banyak juga yang belum menyadari bahwa perilakunya adalah bentuk kekerasan pada anak.

Tentunya tidak ada orangtua yang dengan sengaja ingin menyakiti anaknya sendiri, justru lebih kepada memberikan pelajaran agar anak tidak mengulangi perilaku perilaku yang dianggap buruk.

Tapi, orangtua juga harus menyadari bahwa ketika anak melakukan kesalahan, ia tidak bermaksud untuk melakukan hal tersebut.

Sebaliknya, kesalahan yang dilakukan oleh anak adalah proses dari pembelajaran hidup, hanya saja, orang tua perlu bersabar dan memantau perkembangan si buah hati secara bertahap.

Daripada marah, menghukum dan melakukan kekerasan pada anak, lebih baik ajak anak untuk membuat aturan tertulis di rumah yang disepakati bersama.

Agar anak merasa dilibatkan dan dihargai, berikan dia kesempatan untuk menyumbangkan ide dan saran untuk membuat peraturan di rumah, jangan lupa sertakan konsekuensi bila peraturan dilanggar.

Dengan begitu, lambat laun anak akan terbiasa dengan peraturan yang ada, asalkan orangtua tetap konsisten.

Pujian kecil juga penting diberikan, seperti ucapan terimakasih yang bisa menjadi semangat untuk anak menjalankan aturan setiap harinya.

Cosmoners, yuk terus dengerin Cosmopolitan FM di 90.4 FM, atau bisa melalui streaming di sini! [teks Nada Inditya Lifa | foto suara.com]

Baca juga:
10 Hal yang TIDAK Boleh Anda Jadikan Hadiah Imlek
Scarlett Johansson dikabarkan bercerai dari sang suami
“Jalan Terus” di Happy Hour bersama Afgan

 

Share it

LEAVE A REPLY