Anak mendapatkan vaksin palsu, apa harus di vaksin ulang?

Anak mendapatkan vaksin palsu, apa harus di vaksin ulang?

1336

Tindakan apa yang harus Cosmoners ambil mengenai vaksin palsu?

Vaksin palsu yang tengah heboh beberapa hari belakangan ini telah membuat orang tua di luar sana termasuk Cosmoners ketakutan.

Lalu bagaimana kalau anak Anda sudah yang diimunisasi mendapat vaksin palsu? Apakah melakukan vaksin ulang pada anak perlu dilakukan?

Dikutip dari laman Mother and Baby Indonesia, dr. Reisa Broto Asmoro selaku dokter dan presenter di acara kesehatan menyampaikan pesan lewat akun Instagramnya (@reisabrotoasmoro) mengenai hal tersebut.

Jd vaksin itu ada yg isinya protein (polisakarida) dari si virus/bakteri yg jahat2 itu ada jg yg berupa virus/bakteri yg sdh dilemahkan, dimasukan ke badan supaya tentaranya badan kita itu kenal trus bisa bunuh. Tentara kita jd udah pernah dpt warning, jenis protein/ mikroorganisme yg ini tuh ga bagus lho buat badan, jd next kalo ada yg masuk jangan dibiarin aja ya, lgsg dieliminasi. Nah utk yg ga pernah vaksin, kan si tentara2 ini gak ngerti mikroorganisme itu jahat/gak, jd dibiarin aja masuk sperti ribuan mikroorganisme/protein dr virus/bakteri yg sehari2 hinggap ke badan kita. Begitu ternyata bikin chaos, baru deh gerak bala tentara kita. Tapi kan sdh telat, sdh bikin “onar” duluan, sdh bikin badan kita sakit. Jd itu kenapa vaksin perlu, supaya meskipun si penyakit2 itu masuk ke badan kita, sbelom bener2 bikin chaos, bisa dieliminasi secepetnya sama tentara2 kita. Jd ya bisa aja sakit, tp gak separah/selama kalau kita gak pernah divaksin sebelumnya. Nah gini, penyakit2 td yg para oknum itu buat vaksin palsunya (bcg, polio, tetanus, campak), sbenernya berbahaya dan mengancam nyawa terutama utk anak2 usia dini. Kalau sdh lewat masa pemberian vaksinnya, artinya sbenernya sang anak itu sdh lewat masa kritisnya. Jd meskipun terkena penyakitnya, tidak akan separah saat usianya msh dlm rentang vaksin. Semakin besar sang anak, semakin dewasa, daya tahan tubuh kita akan lebih baik melawan penyakit2 td itu. Jd utk anak2 yg usianya sbenernya sudah besar ya nggak perlu khawatir. Kecuali spt tetanus, wajib di booster pd dewasa, pra kehamilan terutama. Solusinya, paling yg bisa dilakukan adl dgn booster (karena kita jg gak tau kan vaksin yg dulu itu asli/tdk). Dan utk anak2 yg msh pd usia rentan, yg bisa ditanggulangi adl dgn next vaksinnya yg diusahakan dipastikan bahwa vaksinnya asli. Jd setidaknya menghindari vaksin2 yg di dapat dr rs2/klinik/apotek yg kurang meyakinkan. Apalagi kalau harganya di bawah harga resmi. Manfaat dari terkuaknya kasus ini juga membuat semua RS akhirnya “dipaksa” utk memastikan bagian Apotek mempunyai pemasok yg resmi dan asli. Semoga kedepannya supplier2 nakal tiarap semua dan kemudian jera yah….. ~ dr. RBA ~ #tipsdrreisa

A photo posted by Reisa Broto Asmoro (@reisabrotoasmoro) on Jun 26, 2016 at 11:50pm PDT

“Kalau sudah melewati masa pemberian vaksin, artinya sang anak sudah melalui masa kritisnya. Jadi meskipun terkena penyakit, tidak akan separah saat usianya masih dalam rentang masa pemberian vaksin,” tulis dr. Reisa di akun Instagramnya.

Ia pun menambahkan bahwa anak yang sudah besar tidak perlu divaksin ulang, kecuali untuk imunisasi yang memang wajib di-booster saat dewasa, seperti tetanus.

dr. Reisa juga menyarankan agar Cosmoners kedepannya tidak memberikan imunisasi pada anak di klinik atau apotek yang kurang memiliki kredibilitas.

[teks Juliani Chaerunissa | foto pixabay.com]

Share it

LEAVE A REPLY