Fakta Menarik Tentang Film Penyalin Cahaya, Peraih 12 Piala Citra FFI 2021

Fakta Menarik Tentang Film Penyalin Cahaya, Peraih 12 Piala Citra FFI 2021

94
Fakta Menarik Tentang Film Penyalin Cahaya, Peraih 12 Piala Citra FFI 2021

Malam Anugerah Festival Film Indonesia (FFI) 2021 telah digelar beberapa waktu lalu di JCC Senayan, Jakarta Pusat. Ada rekor tercipta yang dipecahkan oleh film Penyalin Cahaya dengan sukses meraih 12 Piala Citra di FFI 2021.

Film Penyalin Suara yang disutradarai oleh Wregas Bhanuteja merebut Piala Citra dalam kategori Film Cerita Panjang Terbaik, Sutradara Terbaik, Pemeran Pria Terbaik, Penulis Skenario Terbaik, Penata Busana Terbaik, Pemeran Pendukung Pria Terbaik, Penata Musik Terbaik, Penata Suara Terbaik, Pencipta Lagu Thema Terbaik, Penyunting Gambar Terbaik, Pengarah Artistik Terbaik, Pengarah Sinematografi Terbaik.

Ke-12 Piala Citra yang diraih film Penyalin Suara ini menjadi rekor tersendiri di ajang Festival Film Indonesia (FFI) sejak digelar pertama kali pada tahun 1955. Rekor ini sekaligus menyalip rekor Piala Citra terbanyak yang sebelumnya dipegang oleh Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak dengan 10 penghargaan di FFI 2018.

Baca Juga : Kenakan Kebaya Nusantara, Ini Deretan Aktris Yang Curi Perhatian Di Karpet Merah FFI 2021

Daripada Cosmoners penasaran, kita lihat yuk beberapa fakta menarik dari film Penyalin Cahaya.

Tayang Di Busan Internasional Film Festival (BIFF) 2021

Fakta Menarik Tentang Film Penyalin Cahaya, Peraih 12 Piala Citra FFI 2021

Selain akan diputar di Indonesia, rupanya film Penyalin Cahaya sebelumnya juga telah ditayangkan di Busan International Film Festival (BIFF) 2021. Tak hanya itu, film Penyalin Cahaya juga masuk dalam nominasi di kategori New Currents yang merupakan kompetisi film panjang internasional di BIFF.

Penyalin Cahaya diputar bersama 223 film dari 70 negara, termasuk film Indonesia lain yakni Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas, Yuni, dan Laut Memanggilku. Pada kesempatan yang sama, pemeran dari Penyalin Cahaya, Shenina Cinnamon juga sempat foto bersama aktor Korea, Song Joong-ki, Han So-hee dan Bong Joon-ho.

Angkat Isu Kekerasan Seksual

Fakta Menarik Tentang Film Penyalin Cahaya, Peraih 12 Piala Citra FFI 2021

Film Penyalin Suara menceritakan Sur (Shenina Cinnamon), mahasiswi yang kehilangan beasiswanya karena dianggap mencemarkan nama baik kampus setelah foto selfienya dalam keadaan mabuk beredar. Kemudian, ia meminta bantuan Amin (Chicco Kurniawan), teman masa kecilnya yang bekerja sebagai seorang tukang fotokopi yang tinggal dan bekerja di kampus, untuk menulusuri kasus yang menimpanya ini.

Judul Penyalin Cahaya sendiri terinspirasi dari arti fotokopi. Wregas menganggap judul tersebut cocok dengan isu yang diangkat, yakni tentang kekerasan dan pelecehan seksual.

Film Pertama Shenina Cinnamon Jadi Pemeran Utama

Fakta Menarik Tentang Film Penyalin Cahaya, Peraih 12 Piala Citra FFI 2021

Berbeda dengan film-film sebelumnya yang dimana Shennina selalu menjadi pemeran pendukung, di film Penyalin Suara ia dipercaya untuk menjadi tokoh Sur, yang merupakan pemeran utama.

Peran utama yang dimainkan oleh Shenina untuk pertama kalinya juga langsung mengantarnya menjadi nominasi Pemeran Utama Wanita Terbaik di Festival Film Indonesia 2021.

Film Panjang Pertama Karya Sutradara Wregas Bhanuteja

Fakta Menarik Tentang Film Penyalin Cahaya, Peraih 12 Piala Citra FFI 2021

Wregas Bhanuteja sebelumnya dikenal sebagai sutradara yang memproduksi film-film pendek. Ia juga sempat meraih penghargaan Cannes Film Festival 2016 melalui film pendek berjudul Prenjak.

Dibandingkan dengan film-film sebelumnya, film Penyalin Pertama merupakan film panjang pertama karya Wregas sebagai sang sutradara. Lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini juga dianugerahi Piala Citra 2021 sebagai Sutradara Terbaik.

Tayang Di Netflix Tahun 2022

Fakta Menarik Tentang Film Penyalin Cahaya, Peraih 12 Piala Citra FFI 2021

Film Penyalin Cahaya telah mengumumkan akan tayang mulai 13 Januari 2021 secara internasional di Netflix. Film ini tidak akan tayang di bioskop dikarenakan pandemi Covid-19 yang saat ini masih melanda meskipun belakangan bioskop sudah kembali beroperasi di Indonesia.

Pemilihan untuk tayang di Netflix juga dikarenakan untuk menjangkau lebih luas ke seluruh penjuru dunia mengenai serta untuk menyampaikan pesan mengenai kekerasan seksual secara global.

 

Penulis : Rifqi Fadhillah

Share it

LEAVE A REPLY