Festival Film Indonesia 2020, Penanda Kemajuan Budaya di Tengah Keterbatasan

Festival Film Indonesia 2020, Penanda Kemajuan Budaya di Tengah Keterbatasan

268

Pagelaran Festival Film Indonesia (FFI) 2020 mencapai puncaknya pada Malam Anugerah Piala Citra. Setelah melalui berbagai tahapan seleksi dan penjurian terdapat 21 kategori yang mendapat apresiasi pada penyelenggaraan FFI ke-40 ini.

Mawar de Jongh/FFI 2020

Turut hadir secara langsung pada perhelatan yang diselenggarakan di Plenary Hall, Jakarta Convention Center ini adalah Ketua Komite Festival Film Indonesia 2018 – 2020, Lukman Sardi; Duta Festival Film Indonesia 2020, Chicco Jerikho; Laura Basuki; Tissa Biani; Karina Salim; Mawar de Jongh; Aurelie Moeremans; Lyodra; Andi Rianto; Dr. Twindy Rarasati; Yayan Ruhian; dan Erwin Gutawa. Adapun keseluruhan acara disutradarai oleh Jay Subiakto.

Pemeran Pendukung Pria Terbaik: Ade Firman Hakim – Ratu Ilmu Hitam
Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik: Christine Hakim – Perempuan Tanah Jahanam

Ketua Komite Festival Film Indonesia 2018 – 2020, Lukman Sardi mengatakan, “Penyelenggaraan Festival Film Indonesia 2020 tahun ini merupakan tantangan luar biasa bukan hanya dalam penyelenggaraan tapi juga jumlah film yang berkurang.

Ia mengemukakan, keadaan pandemi yang mempengaruhi seluruh lini kehidupan adalah cobaan yang berat. Semua pekerja film terdampak dan banyak pula pekerjaan yang terhambat maupun melambat. “Namun dengan semangat yang tangguh dari semua pihak, keadaan ini jadi momentum luar biasa karena justru banyak hal yang dapat terwujud dalam bentuk empat pilar yaitu kerendahan hati, karya, inklusif, kolaborasi yang saling terhubung di setiap langkah,” tuturnya optimistis.

Pemeran Utama Pria Terbaik: Gunawan Maryanto – The Science of Fictions (Hiruk-Pikuk Si Alkisah)
Sutradara Terbaik: Joko Anwar – Perempuan Tanah Jahanam

Pemenang Piala Citra ditentukan dengan voting yang dilakukan oleh member FFI yang sudah terdaftar. Member FFI tersebut adalah mereka yang pernah dinominasikan atau menang Piala Citra sejak tahun 1955 hingga 2019.

Film Cerita Panjang Terbaik: Perempuan Tanah Jahanam – Produksi: BASE Entertainment, Ivanhoe Pictures, CJ Entertainment, RAPI FILMS – Produser: Shanty Harmayn, Tia Hasibuan, Aoura Lovenson, Ben Soebiakto

Pemenang Piala Citra ditentukan dengan voting yang dilakukan oleh member FFI yang sudah terdaftar. Member FFI tersebut adalah mereka yang pernah dinominasikan atau menang Piala Citra sejak tahun 1955 hingga 2019.

Berikut daftar pemenang Piala Citra 2020. Kategori FFI 2020:

Film Cerita Panjang Terbaik: Perempuan Tanah Jahanam – Produksi: BASE Entertainment, Ivanhoe Pictures, CJ Entertainment, RAPI FILMS – Produser: Shanty Harmayn, Tia Hasibuan, Aoura Lovenson, Ben Soebiakto

Sutradara Terbaik: Joko Anwar – Perempuan Tanah Jahanam

Penulis Skenario Cerita Asli Terbaik: Adriyanto Dewo – Mudik

Penulis Skenario Cerita Adaptasi Terbaik: Ernest Prakasa, Meira Anastasia – Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan – Skenario Adaptasi dari buku dengan judul sama, karya Meira Anastasia terbit tahun 2018 

Pengarah Sinematografi Terbaik: Ical Tanjung, I.C.S – Perempuan Tanah Jahanam 

Pengarah Artistik Terbaik: Vida Sylvia Pasaribu – Abracadabra

Penata Efek Visual Terbaik: Gaga Nugraha – Ratu Ilmu Hitam

Penyunting Gambar Terbaik: Dinda Amanda – Perempuan Tanah Jahanam

Penata Suara Terbaik: Mohamad Ikhsan, Anhar Moha – Perempuan Tanah Jahanam

Penata Musik Terbaik: Aksan Sjuman – Humba Dreams

Pencipta Lagu Tema Terbaik: Judul Lagu “Fine Today” – Musik/Lirik: Ardhito Pramono – Film: Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

Penata Busana Terbaik: Hagai Pakan – Abracadabra 

Penata Rias Terbaik: Eba Sheba – Abracadabra

Pemeran Utama Pria Terbaik: Gunawan Maryanto – The Science of Fictions (Hiruk-Pikuk Si Alkisah)

Pemeran Utama Perempuan Terbaik: Laura Basuki – Susi Susanti: Love All

Pemeran Pendukung Pria Terbaik: Ade Firman Hakim – Ratu Ilmu Hitam

Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik: Christine Hakim – Perempuan Tanah Jahanam

Film Cerita Pendek Terbaik: Jemari yang Menari di Atas Luka-Luka – Sutradara: Putri Sarah Amelia

Film Dokumenter Pendek Terbaik: Ibu Bumi – Sutradara: Chairun Nissa

Film Dokumenter Panjang Terbaik: You and I – Sutradara: Fanny Chotimah

Film Animasi Pendek Terbaik: Prognosis – Sutradara: Ryan Adriandhy

Lifetimes Achievement : Tatiek Maliyati W.S

Share it

LEAVE A REPLY