Kenali Tanaman Hias yang Berbahaya bagi Anak & Hewan Peliharaan

Kenali Tanaman Hias yang Berbahaya bagi Anak & Hewan Peliharaan

614

Apakah Anda sedang gemar mengoleksi tanaman hias di rumah?

Tanaman hias bisa menjadi dekorasi yang membuat sudut rumah jadi lebih menarik.  Beberapa di antaranya bahkan bisa membersihkan partikel kotoran di udara.  Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa ada beberapa jenis yang berbahaya bagi anak-anak atau hewan peliharaan Anda di rumah.

Menurut dengarden.com, berikut adalah beberapa jenis yang harus diwaspadai:

Philodendron

Philodendron adalah salah satu jenis tanaman hias yang banyak disukai orang.  Terlebih karena perawatannya tidak terlalu sulit.  Akan tetapi, philodendron memiliki kristal kalsium oksalat, yang tidak baik untuk anak-anak maupun hewan peliharaan.  Pada anak-anak, reaksi yang bisa terjadi di antaranya infeksi kulit dan membengkaknya mulut dalam skala ringan.  Sementara untuk anjing atau kucing, dampaknya lebih serius seperti kejang-kejang dan pembengkakan.  Ada baiknya, peletakan Philodendron di rumah jauh dari jangkauan anak-anak atau binatang.

 

Sirih Gading (Potho’s Ivy)

 

Sirih gading adalah salah satu tanaman merambat yang juga sering dikoleksi.  Bahkan merupakan salah satu tanaman terbaik untuk membersihkan udara.  Karena mudah dikembangbiakkan, sirih gading sering jadi pilihan para kolektor pemula.  Terlebih karena kombinasi warna hijau dan kuning yang ada di daunnya.  Jika Anda memiliki tanaman ini di rumah, sebaiknya dijauhkan dari anak-anak atau hewan peliharaan.  Seluruh bagian dari tanaman ini memiliki racun, meski efeknya tidak terlalu berat.  Pada anak-anak dapat menimbulkan iritasi kulit dan pembengkakan saluran pencernaan.  Untuk binatang, efeknya terlihat di produksi air liur berlebih hingga gangguan di perut.

 

Peace Lily

Banyak orang memilih peace lily sebagai dekorasi di rumahnya karena bunganya yang indah.  Di samping itu, tanaman ini juga bisa menjernihkan udara di sekitarnya. Peace lily mampu menyerap spora serta mengurangi tingkat kelembaban udara.  Akan tetapi, jika terpapar ke manusia atau hewan dalam jumlah banyak, dapat mengakibatkan iritasi pada bibir, mulut dan lidah, diare serta gangguan pencernaan. Jika tidak segera diobati, anjing atau kucing bahkan bisa mengalami gagal ginjal.

 

Keladi (Caladium)

Warna daun keladi yang bervariasi menjadikannya salah satu tanaman dekoratif favorit.  Dapat diletakkan indoor ataupun outdoor. Keladi juga dapat berkembang baik dalam cahaya rendah.  Akan tetapi, jika tertelan anak-anak, dapat menimbulkan rasa terbakar di saluran pencernaan.  Sementara untuk anjing dan kucing, bisa mengakibatkan mual dan sulit bernapas.

 

Selalu ada pro kontra tentang bahaya sebuah tanaman untuk manusia ataupun hewan.  Meskipun memiliki kandungan beracun, bisa jadi tidak membahayakan jika hanya terpapar dalam jumlah kecil.  Namun, ada baiknya tetap waspada untuk keamanan semua anggota keluarga Anda di rumah. Simak tips-tips berikut agar Anda tetap terlindungi di rumah.

Tips Aman Memelihara Tanaman Hias

Walaupun jenis tanaman di atas berbahaya, bukan berarti Anda tidak bisa memeliharanya di rumah. Ada beberapa cara yang bisa diikuti agar tetap aman:

  1. Beri label nama pada setiap pot yang Anda letakkan di rumah.  Dengan demikian, Anda tahu mana saja yang perlu mendapat perhatian khusus.
  2. Jauhkan tanaman-tanaman yang berbahaya dari jangkauan anak-anak atau hewan peliharaan.  Letakkan di rak yang tinggi.  Pangkas rutin agar tidak merambat sampai ke bawah.
  3. Gunakan sarung tangan jika memegang tanaman.  Selesai merawat, segera cuci tangan dengan bersih sebelum memegang kulit atau wajah.
  4. Hati-hati jika kucing Anda suka naik ke tempat tinggi dan mendekati pot. Bila memungkinkan, tempatkan pot dalam sangkar burung dekoratif.  Selain memberi batas pada kucing, elemen tersebut bisa menjadi hiasan tambahan di rumah Anda.

Selamat menikmati hobi baru Anda, Cosmoners!

Share it

LEAVE A REPLY