Ketika bosan melanda pasangan dalam rumah tangga

Ketika bosan melanda pasangan dalam rumah tangga

2611

Seiring waktu berjalan, pernikahan mulai terasa hambar. Rasa bosan seringkali melanda pasangan suami istri. Entah itu suami yang bosan kepada istri atau istri yang bosan kepada suami.

Namun demikian hal itu harus dilalui agar pernikahan bisa tetap berjalan. Jika masing-masing pasangan sama-sama tidak bisa mengendalikan rasa jenuh, maka bukan tidak mungkin pernikahan akan terancam.

Menikah bukanlah akhir indah dalam sebuah perjalanan pasangan, karena itu saat mau menikah pasangan harus memahami bahwa dengan menikah akan banyak menemui masalah atau cobaan dalam rumah tangga, salah satunya adalah rasa kebosanan.

Karena itu untuk mengatasi masalah kebosanan tidak ada salahnya pasangan mulai mengenai beberapa faktor yang menyebabkan rasa bosan itu muncul.

1. Memudarnya Daya Tarik Pasangan
Tidak jarang saat menikah, seseorang memilih pasangannya karena punya daya tarik secara fisik. Bisa saja kamu memilih pasanganmu karena dia ganteng atau cantik, lembut dan bertanggungjawab.

Namun seiring berjalannnya waktu, daya tarik tersebut pelan-pelan memudar karena kamu tahu kekurangannya setelah berumah tangga. Atau bisa juga akibat terus menerus melakukan hal rutin bersama-sama membuat rasa jenuh itu melanda rumah tangga.

Karena itu untuk menghindari memudarnya pesona pasanganmu, kamu harus bisa saling mengisi, menyuburkan, menggairahkan dan tetap bisa mengimbangi pasangan masing-masing. Pada dasarnya, kebosanan memang menjadi kecenderungan manusia secara kodrati.

2. Rasa Cinta yang Berkurang
Banyak yang beranggapan kalau rasa bosan itu muncul karena perasaan cinta yang memudar. Kamu merasa bahwa rasa cintanya tidak sama seperti dulu waktu awal menikah.

Pada dasarnya rasa cinta itu harus dipupuk. Sebab cinta bukan kata sifat melainkan kata kerja. Jadi keduanya harus sama-sama berusaha untuk tetap terus mencintai pasangan dengan melakukan hal-hal yang bisa menguatkan rasa cinta.

Ada orang yang beranggapan sekali mencintai, akan selama-lamanya mencintai. Sekali dicintai selama-lamanya akan dicintai. Ini harapan pada pasangan kita.

Pada kenyataannya tidaklah demikian, karena cinta itu bisa padam, kita bisa kurang mencintai dan kebalikannya pasangan bisa kurang mencintai kita pula. Untuk itulah cinta perlu dipupuk.

3. Kurang Mengisi Satu Sama Lain
Saat membangun rumah tangga perlu sifat saling mengisi. Ibaratnya pasangan seperti wadah kosong yang perlu diisi. Pengertian mengisi di sini adalah mengisi kebutuhan yang mendasar. Misalnya saja merasakan kita ini berharga, dicintai, dan diperhatikan.

Tentunya kamu berharap kalau pasangan bisa mengisi kehidupanmu. Meskipun kamu orang yang mandiri, tetapi tetap terbersit harapan bahwa pasangan akan mengisi kamu.

Karena sebagai seorang wanita, tentu kamu berharap pasangan bisa mengerti kebutuhanmu. Terkadang kita adalah orang yang sangat butuh pengertian, supaya bisa merasakan hidup ini masuk akal.

Kalau kita hidup di tengah-tengah orang yang tidak bisa mengerti kita, hidup ini akan terasa tidak masuk akal. Selain itu kamu akan merasa sendiri atau sepi jika tidak ada yang bisa benar-benar memahami dirimu. Salah satu hal mendasar yang dapat diharapkan dari pasangan adalah dimengerti.

Ada kalanya, problem belum bisa selesai pada hari yang sama, tapi jika kamu merasakan bahwa pasangan sudah mengerti apa yang ingin disampaikan atau dikemukakan, kamu boleh merasa lebih lega.

Jadi, kebutuhan untuk dimengerti sangatlah penting. Ini adalah salah satu dari sejumlah kebutuhan yang lainnya. Jadi, sebetulnya pernikahan yang bisa terhindar dari kejenuhan adalah pernikahan yang saling mengisi.

4. Muncul Masalah yang Sama Berulang
Jika kamu mulai jenuh dalam rumah tangga, sebaiknya tidak langsung mengaku bosan kepadanya. Pasalnya rasa bosan muncul akibat masalah yang sama terjadi berulang-ulang.

Jadi ada baiknya langsung saja soroti permasalahannya, harapan apa yang tidak terpenuhi, masalah apa yang belum terselesaikan dalam hubungan kalian, dan apa saja yang tidak kamu sukai tentang dirinya yang terus-menerus harus kalian terima. Hal-hal seperti itu sebaiknya langsung dibicarakan. Selesaikan masalahnya, bukan kebosanannya.

Pada intinya, kejenuhan dalam rumah tangga cepat atau lambat pasti akan datang, tinggal bagaimana kalian dan pasangan mampu menyiasatinya. Daripada sibuk mencari pelarian di luar, lebih baik diskusikan dengan pasangan, lalu cari jalan keluarnya. Tak ada satu pun manusia di dunia ini yang tidak bisa diajak bicara secara baik-baik.

ALI IMRON H| TR
Source: The Wedding

Cosmoners, yuk terus dengerkan Cosmopolitan FM di 90.4 FM, atau bisa melalui streaming di sini!

Baca juga:
Kylie Jenner dijadikan wax figure untuk Madame Tussauds Hollywood
Happy Hour bersama Najwa Shihab
Loreal Paris Infallible, no more makeup enemies!

Share it

LEAVE A REPLY