Kisah klasik kampung nelayan, Portofino

Kisah klasik kampung nelayan, Portofino

694
Portofino

Keindahan negara Italia memang sudah tak diragukan lagi. Sejumlah kota sering Anda dengar menghiasi lembaran cerita destinasi, sebut saja Roma, Milan, Venice dan Vatican City. Namun, siapa sangka ternyata Italia menyimpan satu lagi destinasi mewah dalam sebuah kesederhanaan kampung nelayan. Sarat akan bangunan berwarna dan beragam yacht yang selaras memberikan cita rasa klasik khas benua Eropa.

Portofino, begitu Ia disebut. Berada di propinsi Genoa dan terletak di teluk Tigulian yang berada di Cinque Terre dan Genoa, Italia. Portofino (a port fine) berarti pelabuhan yang indah. Hingga abad ke-19, Portofino masih menjadi kampung nelayan yang kemudian menjadi simbol pelabuhan internasional.

Deretan bangunan warna warni menghiasi jalanan kota ini. Konon kabarnya, bangunan berwarna ini dibuat agar nelayan tidak tersesat ketika kembali dari berlayar, mengingat kota ini sering berkabut. Keunikan dan keindahan pemandangan inilah yang kemudian menjadikan nama Portofino kian melejit di mancanegara. Deretan yacht mewah merapat tiap harinya, disini. Isinya? Para selebrita mancanegara, seniman, hingga politisi yang menjadikan Portofino sebagai tujuan wisata mereka.

Pada bagian belakang pelabuhan di atas bukit, tepatnya di pusat kota terdapat gereja Saint Martin yang dibuat pada abad ke -12. Di seberang pelabuhan, terdapat Castello Brown, sebuah kastil saksi perjuangan melawan Venetians, Savoyards, Saridinians dan Autrians yang kemudian dijadikan sebuah private mansion oleh Montague Yeats Brown, seorang diplomat Inggris. Kini Castello Brown dijadikan sebuah vila dan telah resmi menjadi milik kota Portofino. Menelusuri kastil, terdapat anak tangga yang mencerminkan interior neo-gothic yang klasik yang akan membawa Anda menuju pemandangan taman luas yang menakjubkan.

Tak hanya keindahan alam di atas pelabuhan yang bisa Anda nikmati, jauh di kedalaman laut Anda juga akan menemukan keindahan seni yang memikat mata. Patung Christ of the Abyss, diletakkan pada Agustus 1954 di kedalaman 17 meter. Patung yang dipahat oleh Guido Galleti ini melambangkan Kristus yang melihat ke atas langit dengan tangan terbuka sebagai simbol kedamaian.

Sebuah tujuan destinasi yang sarat akan seni dan keindahan. Itu yang ditawarkan Portofino. Sebuah kemewahan tujuan, dengan pemandangan klasik sebuah kesederhanaan kampung nelayan. [teks Mindy Paramita | foto Aditya Arnoldi/www.adityaarnoldi.com]

 

Share it