Konsekuensi untuk Si Kecil

Konsekuensi untuk Si Kecil

1059
Boy crying in grocery cart.

Mengajak anak pergi ke supermarket memang terkadang menjadi bencana dan membutuhkan perjuangan.

Rak mainan, snack, atau alat tulis selalu mencuri perhatian Si Kecil dan berujung dengan rengekan dan uraian air mata.

Malas untuk membawa anak ke supermarket memang hal yang wajar. Tetapi bagaimana jika keadaan yang mengharuskan membawa Si Kecil berbelanja ke supermarket?

Berdebat dengan anak hanya akan menghabiskan energi. Karena, anak belum mengerti dan tidak peduli. Sebagai orang dewasa yang sudah memiliki peduli otomatis akan merasa kasihan dan mengalah.

Mona Ratuliu dalam acara ParenThink memberikan solusi untuk Cosmoners yang ingin mengajak anak ke supermarket.

Membuat kesepakatan dan konsekuensi sebelum berangkat dapat menjadi solusi permasalahan ini.

Bila si kecil tidak menepati kesepakatan, jalankan konsekuensinya. Dengan adanya konsekuensi, Si Kecil akan mendapatkan pengalaman tak enak ketika melanggar kesepakatan.

Sebelum itu, pastikan jika konsekuensi tersebut membuat Si Kecil tidak nyaman.

Konsekuensi berbeda dengan hukuman. Konsekuensi sudah diketahui sedari awal, sedangkan hukuman tanpa sepengetahuan Si Kecil.

Jika belum siap memberikan konsekuensi, dengan memberikan Si Kecil kesempatan untuk memilih item yang diinginkan juga dapat menjadi solusi.

Jadi, Cosmoners pilih yang mana yaa??

Cosmoners, yuk terus dengerin Cosmopolitan FM di 90.4 FM, atau bisa melalui streaming di sini!

[teks Dessyana Kosasih | foto sheknows]

Baca juga:
Drew Barrymore vs Cameron Diaz dalam fashion
Givenchy segera hadirkan koleksi busana untuk anak-anak
Demi Lovato terdaftar dalam “TIME” 100 Honoree

Share it

LEAVE A REPLY