Menang di TIFF 2021, “YUNI” Cerita Perempuan Dipaksa Dewasa

Menang di TIFF 2021, “YUNI” Cerita Perempuan Dipaksa Dewasa

270
Menang di TIFF 2021

Jauh sebelum meraih penghargaan di Toronto Internasional Film Festival (TIFF) 2021. Film “YUNI” sudah dipersiapkan sejak tahun 2017. Persiapan panjang itu membuat film karya Kamila Andini ini meraih Platform Prize di TIFF 2021.

Lewat akun Instagram resminya @tiff_net mereka mengumumkan bahwa dipilihnya “YUNI” meraih penghargaan karena film ini dapat menyentuh dan memunculkan perspektif lain dari seorang remaja perempuan yang dipaksa dewasa karena keadaan.

Pimpinan juri TIFF aktor Riz Ahmed mengatakan, “YUNI” memberikan perspektif baru dalam dunia sinema. Hal lain yang menjadi karena sinematografi dan cerita persoalan masa remaja seorang perempuan yang diangkat dengan apik.

Film “YUNI” bukan karya pertama Kamila Andini yang berpartisipasi dalam TIFF. Pada tahun 2015 Kamila Andini berkompetisi pada program Short Cuts TIFF dengan film “Sendiri Diana Sendiri” (Following Diana). Dan pada program Platform pada 2017 lewat film “Sekala Niskala” (The Seen and Unseen).

Film “YUNI” diproduksi oleh Fourcolours Films, yang juga bekerja sama dengan beberapa rumah produksi internasional. Film ini juga menerima bantuan dari program Pendukungan Film Indonesia untuk Distribusi Internasional dari Direktorat Perfilman, Musik dan Media Baru, Kemendikbud Ristek.

Menang di TIFF 2021 "YUNI” Cerita Perempuan Dipaksa Dewasa

Dalam pidato kemenangannya Kamila Andini merasa masih tidak mempercayai bahwa film karyanya itu meraih penghargaan di ajang perfilman bergengsi seperti TIFF. Sutradara kelahiran Jakarta itu mengucapkan kepada semua yang memberi dukungan serta doa dan menjadikan film “YUNI” menjadi perwakilan suara-suara perempuan Indonesia yang belum didengar.

“Saya ingat ketika pertama kali saya di sini membawa film pendek tahun 2015. Dan ini tahun ketiga membawa film ke dalam sinema dan TIFF, jadi rasanya tak bisa dipercaya,” ucap Kamila Andini dikutip dari dari Instagram Produser Ifa Isfansyah.

“Saya sulit mempercayainya. Tapi saya kira saya melihat ini sebagai harapan. Ini untuk suara-suara perempuan di Indonesia yang belum didengar. Ini untuk setiap perempuan di Indonesia dan dunia yang telah berjuang, bertarung bertahun-tahun, menemukan, berusaha menemukan kebebasan mereka,” kata Kamila.

“Ini bukan cuma kemenangan Indonesia, ini kemenangan Asia Tenggara. Terima kasih!” lanjutnya,

Menang di TIFF 2021 "YUNI” Cerita Perempuan Dipaksa Dewasa

Kamila Andini membangun cerita dalam “YUNI” berdasarkan pengalaman dari asisten rumah tangganya yang harus pulang kekampung karena harus mendampingi anaknya yang berusia 17 tahun untuk melahirkan. Lain dari itu Kamila Andini juga mendapat cerita tentang perempuan yang pernah dirinya dengar,

Film “YUNI” berceritakan seorang remaja perempuan bernama Yuni yang berimpian besar untuk bisa melanjutkan jenjang pendidikannya untuk berkuliah. Ketika Yuni harus menolak lamaran dua pria yang ingin menikahinya, sebuah drama datang menghampiri. Ia dihadapkan dengan gosip orang terdekat jika dirinya telah menolak lamaran tiga pria, maka mitos yang digosipkan Yuni tidak akan pernah menikah.

Ketika datang pria ketiga melamar, tekanan batinnya semakin besar dihadapi Yuni, akhirnya Yuni dihadapkan dengan dua pilihan untuk mempercayai mitos atau tetap mengejar impiannya.

Baca Juga : Inilah Daftar Film Indonesia Yang Akan Tayang Di Busan International Film Festival 2021

Kata Kamila judul film ini didapatkan dari inspirasinya dari salah satu karya Sapardi Djoko Damono berjudul “Hujan di Bulan Juni”.

“Saya membangun karakter Yuni sebagai seorang remaja yang dipaksa untuk dewasa tidak pada waktunya. Seorang remaja yang penuh mimpi, dengan media sosial saat ini yang menunjukkan dunia ada di genggamannya, tetapi yang harus dipikirkannya adalah menghadapi lamaran dan menikah,” ungkap Kamila dalam keterangan persnya.

“Saya mendengar begitu banyak cerita tentang gadis remaja yang punya potensi dan prestasi tapi harus gagal karena pernikahan, dan saya merasa perlu untuk membicarakan isu ini,” sambung Kamila.

 

Penulis: Raihan Aulia

Share it

LEAVE A REPLY