Problematika anak dengan gadget

Problematika anak dengan gadget

1012

Fenomena baru yang terjadi pada anak di zaman modern ini adalah ketergantungan pada gadget. Maraknya gadget kecil dan tipis, tampilan warna yang menarik dan banyaknya games, membuat anak kecil bisa terus menunduk pada gadget.

Hal ini sebenarnya tidak baik, karena membuat anak kurang berinteraksi dan malas melakukan hal lain.

Orang tua biasanya memberikan gadget pada anaknya agar anak tidak rewel. Meski baik untuk orang tua, tapi bisa berakibat buruk untuk anak.

Dalam ParenThink bersama Mona Ratuliu dan Yarra Aristi menjelaskan efek negatif akibat gadget harus dipahami oleh seluruh orang tua.

1. Sinar monitor gadget itu bisa membuat anak susah tidur. Sebaiknya, batasi waktu anak memainkan gadget. Atau, beri break setiap lima atau sepuluh menit agar Si Kecil tidak melulu melihat gadget.

2. Terlalu lama memainkan gadget membuat fisiknya kurang banyak bergerak. Apabila terus menerus begitu, risiko kegemukan dan obesitas bisa menghampiri.

3. Memiliki gangguan pada mata. Kalau sering membaca buku saat gelap bisa membahayakan mata, apalagi gadget. Terutama yang menyalakan brightness pada high level.

4. Sulit bersosialisasi. Kurang berinteraksi dengan orang bisa membuatnya kurang bisa bergaul. Ia akan kesulitan membaca emosi dan kurang peka terhadap orang lain.

Kalau tidak ingin efek-efek itu terjadi pada si anak, maka ciptakan aturan pada anak. Aturan tersebut bisa berupa:

1. Beri batasan waktu

Beri waktu yang pasti untuk anak bermain gadget. Misalnya, satu jam sehari. Atau, dalam seminggu hanya boleh hari Sabtu dan Minggu. Sebaiknya beri waktu satu atau dua jam agar tidak terlalu lama.

2. Kenalkan kata “selesai”

Kata “selesai” sebagai pengingat batas kalau waktu bermain gadget sudah habis. Biasanya ketika ia sudah paham, ia akan mampu menghargai waktu bermainnya.

3. Beri syarat sebelum main gadget

Buat anak untuk berjuang agar bisa bersenang-senang dengan gadget. Misal, selesaikan dulu PR-nya baru boleh bermain gadget. Ini mengajarkan anak untuk melakukan kewajiban terlebih dahulu daripada hak.

4. Beri konsekuensi apabila waktu bermain gadget melewati batas

Anak harus mengenal risiko. Bermain itu harus ada batasnya. Apabila ia melanggar, beri konsekuensi agar ia tidak mengulanginya.

Namun, pastikan tidak berupa kekerasan atau emosi yang tinggi. Ingatkan dengan tegas namun tidak perlu sampai marah-marah.

Semoga membantu ya, Cosmoners!

Cosmoners, yuk terus dengerkan Cosmopolitan FM di 90.4 FM, atau bisa melalui streaming di sini! [teks Gabriella Sakareza | foto freemake.com]

Baca juga:
7 makanan terbaik untuk kesehatan gigi Anda
Bagaimana mengatasi emotional eating?
Kenali bahaya anak menonton TV tanpa didampingi orangtua

Share it

LEAVE A REPLY