Sentuhan Personal pada Ritel

Sentuhan Personal pada Ritel

574
CFM SRS salesperson

 

Masih ingat fenomena group selfie yang dipopulerkan Ellen DeGeneres dan Meryl Streep saat The Academy Awards 2014 lalu.

Ketika semua tertata rapih, sepertinya kalau melakukan hal yang agak santai itu agak-agak paradoksikal ya, Cosmoners?

Di tengah nuansa formal, Ellen mengangkat fenomena selfie dan Twitter serta menjadikannya ‘One hit wonder.’ Alasannya sederhana, pada dasarnya sesuatu yang melawan norma selalu menarik perhatian. Ditambah sesuatu yang manusiawi selalu memberikan emosional impact yang dalam. Saat terjadi emotional impact, engagement akan terbentuk. Saat itulah, apresiasinya akan spontan dan jujur.

Analogi ini juga bisa Anda terapkan ke dalam business retail. Seperti sebuah brand tiba-tiba bisa memberikan sentuhan personal pada konsumennya dan bisa menciptakan engagement bersama konsumennya, maka impact-nya akan sangat besar. Salah satu brand donat internasional, misalnya. Melalui akun Instagram-nya, dia menampilkan gambar cangkir brand-nya  dan mengajak konsumennya untuk berbagi kisah hidupnya saat mereka berada di kafe brand donat tersebut.

Apa yang terjadi? Dalam dua jam, gambar tersebut mencapai 1757 likes dan dalam beberapa hari memunculkan puluhan ribu hashtag dan kisah mereka tentang hari mereka minum kopi di kafe tersebut. Sebuah mass brand menyentuh sisi personal, memanfaatkan karakter natural manusia yang senang berbagi dan menjadikan brand sangat personal.

Sementara Antropoplogy, sebuah nasional fashion retail di Amerika, mereka menempelkan satu kaca kecil di pintu fitting room tokonya untuk menulis dengan spidol nama konsumen yang sedang mencoba baju di dalam fitting room tersebut. Jadi kalau sales associate-nya mau membatu si konsumen, maka dia tidak hanya memanggil Anda dengan sebutan mbak, tetapi juga dengan nama Anda. Memang sih sangat kecil, tetapi sangat memberikan impact yang sangat besar antara hubungan sales associate dengan konsumennya. Hal kecil yang menimbulkan emotional engagement.Kalau dulu hanya luxury brand dan mass brand saja yang bisa melakukannya, kenapa retail brand Anda tidak?

Yuk mulai terapkan hai tersebut di ritel Anda!

Dengarkan insert Smart Retail Startup setiap hari Selasa pukul 7.30 – 8.30 di Breakfast Club, hanya di 90.4 Cosmopolitan FM. 

Share it