Sinpsis Film CODA: Mimpi yang Tidak Sirna di Tengah Keterbatasan

Sinpsis Film CODA: Mimpi yang Tidak Sirna di Tengah Keterbatasan

122
Sinpsis Film CODA: Mimpi yang Tidak Sirna di Tengah Keterbatasan

Ketika matahari belum menampakkan dirinya di pagi hari, Ruby Rossi (Emmilia Jones) sudah siap untuk pergi ke laut membantu sang ayah Frank Rossi (Troy Castur), dan kaka satu-satunya Leo Rossi (Daniel Durrant) untuk mencari ikan dan menjual kepada pengepul.

Sinpsis Film CODA: Mimpi yang Tidak Sirna di Tengah Keterbatasan

Film CODA bukanlah sebuah cerita yang menceritakan keluarga dengan rutinitas mencari ikan dilaut. Tetapi sarat makna menceritakan keadaan Ruby Rossi yang tumbuh di keluarga tuli.

Ruby adalah sosok penting bagi keluarganya, terlahir sebagai manusia normal dan pendengaran yang baik menjadi tumpuan keluarganya untuk berkomunikasi dengan orang lain.

Sinpsis Film CODA: Mimpi yang Tidak Sirna di Tengah Keterbatasan

Ruby menjadi penerjemah bahasa isyarat yang digunakan keluarganya sehari-hari menjadi bahasa lisan untuk diketahui disampaikan kepada orang lain.

Ketika matahari sudah menampakkan dirinya, rutinitas Ruby pun tidak selesai ia harus lanjut studinya di sekolah tingkat akhir di Gloucester High School.

Cerita dimulai dari sini, ketika Ruby memilih eskul paduan suara untuk kegiatannya di sekolah. Awalnya Ruby ragu dengan kemampuannya dalam bernyanyi, tetapi sosok guru paduan suaranya Mr. V (Eugenio Derbez) yang meyakinkan Ruby bahwa bakat bernyanyi yang ia miliki sangatlah bagus.

Ruby pun akhirnya punya pilihan berat dalam hidupnya. Ketika keluarganya membutuhkan dirinya, tetapi di sisi lain Ruby memiliki tanggung jawab yang besar untuk meraih mimpinya.

Sinpsis Film CODA: Mimpi yang Tidak Sirna di Tengah Keterbatasan

Kemampuan Ruby bernyanyi adalah sebuah anomali. Ketika Ruby dapat bernyanyi dengan indah tapi tak satupun anggota keluarganya yang dapat merasakan keindahan dirinya bernyanyi.

Saat Mr.V membukakan jalan bagi Ruby untuk bisa berkuliah di Berklee College of Music. Hambatan besar juga datang untuk membuat pilihan bagi Ruby.

Ketika keluarganya baru saja merintis bisnis penjualan ikan, perjalanan Ruby meraih mimpi dihadang oleh sebuah restu dari sang ibu, Marlee Rossi (Marlee Martin).  Semata-mata sang ibu bukan untuk menghalangi mimpi putri satu-satunya itu, tetapi Ruby sangat dibutuhkan untuk menjadi penerjemah dalam kelancaran bisnis.

Benar, semua keluarga Ruby tidak dapat mendengar, tetapi intuisi antar keluarga dapat terdengar hingga sampai ke hati. akhirnya segala rintangan yanh datang kepada Ruby dapat dilalui hingga audisi masuk Berklee College of Music.

Film CODA ini berhasil membuat saya terharu sangat dalam dengan bagaimana cara film ini menggambarkan arti sebuah keluarga. Film ini sejatinya memberikan pesan jika keluargalah tempat semua keputusan terjadi.

Film ini sangatlah rekomen untuk Anda saksikan, terlebih untuk Anda yang menyukai film dengan nuansa kekeluarga.

Saya pun berani berkata itu karena realita yang terjadi dalam film ini seperti yang saya tuliskan. Terlebih Film CODA ini telah meraih penghargaan empat kategori dalam ajang Sundance Film Festival 2021. Tentu saja sebuah film sudah bagus dan layak ditonton jika sudah menerima penghargaan.

Anda bisa menyaksikan perjungan Ruby dan harunya keluarga tuli ini di Apple TV+.

Baca Juga : Sana Jadi Member TWICE Terkaya Dengan Kekayaan Rp 43 Miliar

CODA sendiri merupakan singkatan dari Child of Deaf Adults.

 

Penulis: Raihan Aulia

Share it

LEAVE A REPLY