Strategi Pembuatan Pop Up Store

Strategi Pembuatan Pop Up Store

1226
CFM SRS chanel

 

Dalam dunia ritel, salah satu kunci utamanya adalah strategi distribusi.

Jumlah outlet (door) akan sebanding dengan pertumbuhan jualan Anda. Salah satu strategi yang banyak dipakai adalah pop up store. Salah satu kanal distribusi yang makin banyak dipakai baik brand perhiasan sampai makanan. Apa saja sih strateginya? Ternyata ada banyak lho Cosmoners.

Berikut strategi yang dituturkan Cosmopolitan Expert Paulina Punky untuk insert Smart Retail Startup:

  1. Mendekat ke konsumen dengan risiko minimum. Jika membuka toko fisik, maka biayanya akan besar sekali. Risiko biaya besar tadi bisa diminimalisasi dengan membuat outlet yang tidak permanen atau pop up store.
  2. Market test. Selain risiko investasi yang minimum, pop up store juga bisa digunakan market test. Ini berguna untuk melihat animo market di lokasi ini seperti apa sih? Dari situ Anda bisa melihat apakah traffic-nya bagus atau tidak. Lalu bagaimana dengan segmen marketnya, sesuai atau tidak? Daya beli dan potensi jualnya bagus atau tidak? Atau ada keunikan market yang bisa Anda treat dengan cara yang berbeda. Hasil analisa inilah yang akan sangat valid untuk jadi dasar pertimbangan saat Anda ingin membuka toko permanen di lokasi tersebut.
  3. Membangun brand awareness. Di lokasi yang prima dan sesuai dengan karakter dan brand Anda, strategi ini benar-benar sangat efektif. Ibaratnya seperti iklan tapi lebih lengkap, karena ada produk yang bisa Anda beli on the spot.
  4. Aktualisasi brand. Brand yang sudah eksis pun juga suka membuat pop up store lho. Namun fungsinya lebih kepada aktualisasi diri. Penegasan karakter yang ditampilkan dalam sebuah karya seni berbentuk pop up store.
  5. Menggambarkan value, jiwa, dan karakter brand. Anda bisa menggambarkannya melalui desain, penyajian, juga lokasi. 

Anda bisa mengambil beberapa contoh pop up store yang sudah ternama. Misalnya Chanel Mobile Art Pavillion yang membangun pop up store melalui tangan seorang arsitek terkenal dunia bernama Zaha Hadid dan dibangun di Paris tahun 2007. Selain itu Puma juga pernah membuat pop up store yang sangat terkenal bernama Puma City, sebuah outlet gerilya dengan memakai gudang bekas. Terakhir adalah Guchi Midnight Ramen di Boston, Amerika. Uniknya mereka tidak memiliki instalasi sendiri. Tapi mereka menggunakan area fine dining yang sudah tutup di malam hari, mereka sulap dengan gaya unik mereka sendiri dan mereka buka hanya dari jam 12 malam hingga jam 4 pagi. Pendatang pun harus booking terlebih dahulu melalui situs mereka karena banyak sekali yang ingin makan di sana. Mereka tidak pernah menjadwalkan jauh-jauh hari, hanya satu minggu sebelumnya mengumumkan bahwa dia akan muncul di restoran A dan jam 12 malam sehingga orang-orang pun jadi penasaran.

Share it