Super mom atau smart mom? Intip tipsnya dari Mona Ratuliu

Super mom atau smart mom? Intip tipsnya dari Mona Ratuliu

1814

Menjadi seorang ibu rasanya menjadi momen paling dinanti seluruh perempuan di dunia ya Cosmoners. Menikmati masa-masa dari proses kehamilan hingga membesarkan sang anak pastinya selalu punya kisah berbeda di setiap fasenya.

Dan menjadi ibu di jaman sekarang, sepertinya tidak semudah dibandingkan menjadi ibu jaman dulu. Lebih banyak peran yang harus dijalani, dan lebih banyak tuntutan.

Lewat program Parenthink di 90.4 Cosmopolitan FM, artis, presenter, dan penggemar seminar, serta pelatihan, Mona Ratuliu memberikan tipsnya untuk menjadi seorang smart mom.

Mona Ratuliu

Setelah menikah dan punya anak, tanggung jawab seorang ibu akan bertambah. Selain menjadi ibu, perempuan juga dituntut untuk bisa menjadi istri, manager rumah tangga, menantu, pendamping suami, anggota masyarakat, anggota ibu sekolah, dan untuk ibu yang bekerja juga dituntut untuk menjadi karyawan atau bahkan bos dengan segala tanggung jawabnya.

Bayangkan jika semuanya dilakukan bersamaan. Kalau memaksakan semuanya dilakukan sempurna dan bersamaan, nggak heran kalau kita jadi mudah stress. Padahal tujuannya adalah agar semua urusannya bisa berjalan lancar.

Bisa memilih beberapa peran saja yang dianggap prioritas teratas, rasanya lebih masuk akal. Sementara peran lain bisa ditunda lain kali, di saat yang lebih tepat.

Jadi, pilih menjadi super mom? Atau cukup menjadi smart mom? Bagaimana kalau kita memilih menjadi smart mom?

1. Ibu Rumah Tangga
Dengan menjadi ibu rumah tangga mengerjakan seluruh urusan rumah tangga sendiri, mengurus anak, dan bisa berosialisasi dengan lingkungan, serta hidup cukup saja dari penghasilan suami.

2. Ibu Karir
Anda masih bisa menjadi ibu yang bekerja saat anak-anak sedang belajar di sekolah dan masih bisa mengurus segala kebutuhan anak sendiri. Namun, kegiatan bersosialisasi yang berlebihan terpaksa harus Anda kesampingkan, demi menjaga stamina.

3. Single Mom
Bagi Anda para single mom, Anda harus bisa mempercayai orang lain demi membantu Anda mengurus rumah tangga. Sebagai ibu yang memiliki energi dan waktu terbatas, Anda harus bisa memanfaatkan fasilitas pendukung di sekitar.

Seperti menjalin hubungan baik dengan orangtua dan keluarga terdekat, termasuk mertua dan ipar. Juga bekerjasama dengan petugas keamanan sekitar untuk melihat kondisi rumah. Tukang ojek di sekitar tempat tinggal juga bisa membantu sebagai kurir atau bisa membantu Anda membelikan sesuatu yang dibutuhkan.

Lakukan pula membangun jaringan di sekolah dengan guru BP, wali kelas, satpam sekolah, supir antar jemput, agar bisa menitipkan keselamatan dan keamanan anak-anak Anda.

Maksimalkan juga kecanggihan teknologi yang bisa sangat memudahkan para ibu untuk mendapatkan informasi secara cepat, kapanpun dan di manapun. Misalnya memanfaatkan media sosial untuk bergabung dalam sebuah komunitas yang bisa memudahkan kita mendapatkan informasi yang kita butuhkan.

Mona menambahkan, menjadi ibu cerdas nampaknya kurang ideal bagi masyarakat kita. Tapi, setidaknya sudah melakukan yang terbaik untuk keluarga Anda. Selalu punya energi untuk orang-orang terkasih, serta membuat suasana rumah menjadi nyaman dan bahagia. [teks Della Hermawan | foto contenttime.com]

Share it

LEAVE A REPLY